Sabtu, 13 Juni 2026

Hujan Es Terjang Simpangempat

Puluhan kepala keluarga di Desa Garishanyar dan Cintapuri, Kecamatan Simpangempat, Banjar dilanda kepanikan, Jumat (11/11/2011) pukul 18.00

Tayang:
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Banjarmasin, Sofyar Redhani

TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Puluhan kepala keluarga di Desa Garishanyar dan Cintapuri, Kecamatan Simpangempat, Banjar dilanda kepanikan, Jumat (11/11/2011) pukul 18.00 Wita. Saat itu desa mereka diterjang hujan es dan puting beliung.

Sebanyak 20 rumah rusak parah, dan 289 lainnya rusak ringan. Puting beliung juga merusak sebuah masjid, SDN Garis, Pondok Pesantren Siratal Mustaqim.

Di Desa Cintapuri, 11 rumah rusak berat. Semua bangunan dari kayu rata dengan tanah. Sedangkan yang rusak ringan 11 buah ditambah SDN Garis dan Pondok pesantren yang rusak ringan.

Sedangkan di Desa Garishanyar lingkungan Garis Binuang ada sembilan rumah rusak parah, 18 rusak ringan dan sebuah masjid rusak ringan.

Hingga Jumat (11/11/2011) malam, para korban yang rumahnya rusak berat terpaksa menginap ke rumah tetangga. Pasalnya rumah mereka ambruk dan rata dengan tanah.

Pembakal Garishanyar, Rusli, menceritakan, peristiwa yang terjadi petang itu diawali dengan turunnya hujan es sekitar lima menit. "Awalnya kami dikagetkan hujan es sebesar kerikil dan kelereng. Kemudian disusul gerimis dan petir bersahut-sahutan. Setelah itu hujan lebat disertai angin kencang yang berlangsung sekitar setengah jam," ujar Rusli saat dihubungi via telepon, Sabtu (12/11/2011).

Saat hujan es, sejumlah rumah warga rusak atap rumahnya. Saat itu sejumlah warga masih biasa-biasa saja. Kepanikan baru terjadi ketika angin kencang menerbangkan atap dan membuat ambruk sejumlah rumah. Suasana desa saat itu sangat mencekam.

Apalagi Desa Garishanyar lingkungan Garis Binuang saat itu gelap gulita karena belum berlistrik. "Di lingkungan kami ada sekitar 50 buah rumah yang belum teraliri listrik," ujarnya.

Setelah angin berhenti bertiup, warga baru berani keluar rumah. Rata-rata hanya bisa meratapi rumahnya yang rata dengan tanah. Sebagian lagi membereskan rumahnya yang rusak ringan. Suasana itu berlangsung hingga pukul 23.00 Wita, korban yang rumahnya rusak berat pun ditampung di rumah tetangga.

"Kami belum tahu bagaimana malam ini. Saat ini memang sudah ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar berupa sembilan terpal. Kalau cuaca memungkinkan kami akan bangun tenda darurat untuk tempat sementara warga, kalau cuaca masih hujan terpaksa masih menginap di tetangga," katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Darkani, Pembakal Cintapuri. Kepanikan juga melanda warganya saat angin kencang berlangsung. "Desa kami berbatasan dengan Desa Garishanyar. Sama seperti di Garishanyar, warga juga panik saat hujan es dan angin puting beliung menerjang," jelas dia.

Puluhan jiwa yang mayoritas buruh tani itu untuk sementara ditampung di rumah tetangga. "Untuk Sabtu malam, kami belum tahu. Kemungkinan masih menginap di rumah tetangga," katanya.

Dua desa yang diterjang puting beliung itu terletak di ujung Banjar, berdekatan dengan Binuang, Kabupaten Tapin. Berjarak 20 kilometer dari pusat kecamatan atau sekitar 50 kilometer dari Martapura, Ibu Kota Kabupaten Banjar.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved