97 Warga Aceh Tamiang Diserang Diare
Sebanyak 97 warga Desa Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang dalam waktu dua hari, sejak
Laporan Wartawan Serambi Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, KUALA SIMPANG – Sebanyak 97 warga Desa Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang dalam waktu dua hari, sejak, Minggu (11/12/2011)-Selasa (13/12/2011) tumbang diserang diare.
Sebagian warga terpaksa dilarikan ke Pukesmas Manyak Payed untuk dirawat namun tidak ada korban jiwa akibat serangan diare tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Dokter Catur Haryati kepada Serambi, Selasa (13/12/2011) mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan penyebab pasti terjadinya diare yang menyerang warga karena butuh pengujian di laboratorium.
“Memang peningkatan kasus tinggi namuan penyebabnya belum bisa kita simpulkan karena sampel air sedang diperiksa,” ujarnya.
Zainal (36) warga Desa Simpang Lhee mengatakan, warga mulai terserang diare pada Minggu (11/12/2011) pukul 17.00 WIB, namun baru sejak Senin (12/12/2011) pukul 03.00 WIB puluhan warga terjangkit diare pada hari itu.
Mereka ada yang dilarikan ke Pukesmas dan ada juga yang berobat ke bidan. “Keluarga saya tujuh orang terjangkit diare,” ujarnya.
Petugas Sanitasi Pukesmas Manyak Payed, Jainab, menyebutkan, jumlah warga yang terjangkit diare pada Senin (12/12) sebanyak 31 orang, ditambah lagi pada Selasa (13/12) sebanyak 55 warga dari berbagai kelompok umur terjangkit diare lagi dan sehari sebelumnya juga ada 11 orang.
Informasi dari warga, kejadian pertama pada hari Minggu, seorang bapak (55) tahun datang ke bidan desa dengan keluhan mencret.
Untuk mengantisispasi penyebaran jangkitan diare, sebut Catur, pihaknya sudah turun kelapangan memberikan penyuluhan dan pengobatan garatis kepada warga di Meunasah Desa Simpang Tiga termasuk kaporisasi air sumur di setiap rumah penduduk untuk menjaga-jaga jika bakteri diare dari air.
”Dilihat dari penyebaran yang sangat cepat bisa saja penyebanya dari air dan makanan namun penyebab pasti menunggu hasil labaratorium,” ujarnya lagi.