- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Pong Harjatmo Emosi Diamankan Petugas Keamanan DPR

- Jika Terbukti Lalai Petugas PLN Bisa Dipidana
- Petugas Pemasyarakatan Nyatakan Perang Terhadap Narkoba
- Menkumham Diminta Pecat Kalapas Pekanbaru
- Denny Indrayana: Perjuangan Lawan Mafia Tak Akan Berhenti
- Andi Arief: Usut Kasus Denny, Komnas HAM 'Over Acting'
- PBHI: Wakil Menteri Hukum dan HAM 'Overacting'
Laporan Wartawan Tribunnews.com Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pong Harjatmo kembali beraksi di Gedung Kura-kura DPR RI untuk menyuarakan kegelisahan rakyat yang tidak pernah diperhatikan pemerintah, Senin (19/12/2011). Namun, sebelum melakukan aksinya, Pong langsung diamankan Pamdal DPR RI dan polisi.
Pong yang hendak membentangkan spanduk di Gedung Kura-kura langsung ditarik tiga orang Pamdal DPR. Spanduk yang dibawanya pun langsung dirampas saat dirinya sedang berjalan di tangga menuju Gedung kura-kura.
Tatkala Pong akan diamankan, ia tampak emosi. "Kamu keamanan atau apa sih kok nendang-nendang?," tanya Pong dengan nada meninggi kepada petugas Pamdal.
"Saya ini petugas keamanan di sini,"jawab seorang Pamddal yang mengamankan Pong.
"Tidak usah didorong-dorong begini, karena saya ingin membela rakyat," ucap Pong lagi dengan nada emosi.
"Karena kami digaji negara, maka kami harus mengamankan anda," jawab seorang polisi yang datang dan turut mengamankan Pong.
Pong pun masih merasa kesal saat Polisi dan Pamdal terus menyeretnya. "Jangan didorong seperti ini, saya melakukan ini bukan untuk partai tapi untuk membela rakyat. Di depan ada rakyat yang menjahit mulutnya, apakah anggota DPR sudah ada yang datang?," ungkapnya.
Pong pun mulai agak tenang setelah seseorang memberikan izin untuk membiarkan Pong menyampaikan aspirasinya. "Terima kasih," ucap Pong sembari mengacungkan jempol kepada orang yang memberikannya izin berorasi.
Ia pun mulai bercerita, kalau dirinya merasa terpanggil karena banyak terjadi sengketa lahan di Indonesia. Kekayaan alam banyak dikeruk perusahaan asing tanpa ada timbal baliknya kepada rakyat Indonesia.
"Itu sengketa lahan harus diselesaikan dengan baik, kekayaan bukan buat rakyat Indonesia. Itu lahan banyak dikuasai perusahaan asing, padahal tanahnya merupakan kekayaan dan aset negara, tetapi hasilnya itu tidak kembali diberikan untuk rakyat," katanya.
Ia rencananya akan membentangkan spanduk yang bertuliskan Rakyat Indonesia menggugat keadilan penyelesaian kasus Lapindo, Century, korupsi-korupsi yang belum terselesaikan, freeport, dan sengketa lahan,
"Mengutarakan dengan seperti ini lebih baik, lebih demokrasi, dari pada dengan membakar diri atau jahit mulut. Tetapi cara seperti ini pun tidak tembus," ungkapnya.
Akibat berseteru dengan petugas Pamdal, tangan kiri Pong pun lecet dan berdarah, meskipun demikian Pong menganggap luka kecil tersebut belum ada apa-apanya. "Ini kecil kalau untuk menegakan kebenaran, kalau takut lecet, biarah saya yang menjadi tumbalnya," tegas Pong. Pong pun kemudian digelandang petugas keamanan masuk ke dalam Gedung DPR RI untuk diperiksa.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

