Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

Pong Harjatmo: SBY Omdo, Mundur!

Tribunnews.com - Senin, 19 Desember 2011 12:22 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Pong Harjatmo: SBY Omdo, Mundur!
Tribunnews.com/Adi Suhendi
Pong Harjatmo kembali beraksi di Gedung Kura-kura DPR RI untuk menyuarakan kegelisahan rakyat yang tidak pernah diperhatikan pemerintah, Senin (19/12/2011). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dulu, aktor gaek ini tercatat pendukung SBY di Pilpres 2004 lalu. Bahkan, aktor bernama lengkap Pong Hardjatmo ini pernah tercatat sebagai bagian dari Partai Demokrat. Seiring berjalannya waktu, Pong kini, termasuk yang paling getol menghujat, mengkritik SBY. Bahkan, ia salah satu yang mengajukan uji materil ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar Partai Demokrat (PD) dibubarkan.

Senin (19/12/2011) pagi menjelang siang, Pong melakukan aksi nekatnya yang pernah ia lakukan. Pong berusaha memanjat Gedung Kura-kura di lingkungan Komplek Gedung MPR/DPR. Namun, usahanya untuk kedua kalinya ini gagal. Pong, sempat bersitegang, saat digiring ke Pos Polisi.

Spanduk bertuliskan gagal, yang dibawanya gagal ia bentangkan lantaran keburu diamankan oleh pihak pengamanan dalam (Pamdal) DPR karena tak memiliki surat ijin. Saat manjat pertama kali, Pong berhasil mencoret-coret Gedung Kura-kura, dengan menuliskan, jujur, tegas, adil.

Pong menghujat pemerintah. Ia menganggap, pemerintahan SBY-Boediono tak mampu melindungi rakyat. Tak mampu melindungi petani,  Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki negara tidak dapat dinikmati oleh rakyat, malah dimiliki asing.

"Kenyataannya, SBY omdo (omong doang) saja. Sengketa lahan itu harus di selesaikan dengan baik, karena yang milik orang asing. Lahan sawit milik Malaysia, Freeport milik asing. Kenapa Mesuji dikuasai asing," tegas Pong.

Pamdal DPR, kemudian mencoba menggiring Pong Hardjatmo. Namun, Pong terus mengeluarkan kritikan pedas seraya memarahi Pamdal DPR. "SBY Omdo. Mundur, apa lebih baik turun saja. Dan Anda-anda (Pamdal DPR) dibayar negara, pakai uang rakyat. Jangan halangi rakyat dalam mengeluarkan ekspresi," kata Pong lagi.


Penulis: Rachmat Hidayat  |  Editor: Ade Mayasanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup