Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

Ikan Impor Asal China Banjiri Pasar Tradisional

Tribunnews.com - Selasa, 10 Januari 2012 01:58 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Ikan Impor Asal China Banjiri Pasar Tradisional
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Sejumlah pedagang menimbang ikan dari kapal agen saat merapat di Tempat Pelelangan Ikan Selili, Samarinda Ilir, Sabtu (4/6/2011) dinihari. Dalam Sehari aktifitas bongkar muat ikan di TPI mencapai 20 ton yang siap dijual di wilayah Samarinda dan sekitarnya. 

TRIBUNNEWS.COM, INDRAMAYU - Ikan impor asal China mulai membanjiri Indramayu. Tidak hanya dijual bebas di pasar tradisional dan sentra pemindangan, ikan impor juga dijual di tempat pelelangan dengan harga lebih murah daripada ikan tangkapan lokal. Selain Indramayu, ikan-ikan impor juga ditemukan di pasar-pasar tradisional Kota Bandung.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat, Ono Surono, mengatakan, ia menemukan ikan impor dijual di los-los batu di pelelangan Eretan Kidul, Indramayu. Ikan-ikan itu ditawarkan dengan harga lebih murah sehingga banyak diminati pembeli. Bahkan, karena harganya yang murah, ikan impor juga telah menjatuhkan harga ikan lokal di pelelangan.

"Hukum pasar berlaku, konsumen lebih suka ikan murah sehingga ikan lokal pun ikut-ikutan murah," ujar Ono melalui sambungan telepon, Senin (9/1/2012).

Ikan-ikan impor itu, kata Ono, diambil dari gudang pendingin (cold storage) Karangsong. Di gudang pendingin itu, ikan-ikan dikemas dalam kardus berukuran 10 kilogram. "Ada tulisan dalam kardus itu. Tapi, tulisannya berbahasa Inggris, yaitu Frozen Mackerel dan Product of Indonesia. Bahkan, ada tulisan berbahasa China," kata Ono.

Ono menduga ikan-ikan itu ilegal karena tidak dilengkapi surat jalan dan dokumen resmi. Anehnya, kata Ono, Dinas Perikanan dan Kelautan, baik Kabupaten Indramayu maupun Provinsi Jabar, tidak mengetahui bahwa ikan-ikan itu ilegal.

Menurut Ono, ikan impor dibanderol rata Rp 50.000 per dus. Ikan tersebut adalah tongkol, tenggiri, kembung, dan layang. Sementara ikan tongkol lokal jenis batik dijual di pasaran Rp 12.000 per kilogram.

"Tapi setelah masuk ikan impor, tongkol batik itu turun menjadi Rp 8.000 per kilorgam," kata Ono.

Di pasar tradisional, ikan impor sudah mulai merata, tidak hanya di pasar tradisional di Indramayu. Pasar Ciroyom dan Gede Bage, Bandung, juga sudah dirambah. Ikan-ikan tersebut disinyalir mulai masuk Indramayu pada Juni 2011. Ikan impor itu dipasok ke gudang pendingin milik Pemerintah Jawa Barat di Karangsong, Indramayu, dengan volume rata-rata 75 ton per bulan.


Editor: Hasiolan Eko P Gultom  |  Sumber: Tribun Jabar
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup