- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Kenapa Ikan Impor Asal China Ditampung di Gudang Pemerintah?
.jpg)
TRIBUNNEWS.COM, INDRAMAYU - Ikan impor China menyerbu pasar Indonesia, bahkan menjejali sejumlah pasar tradisional di Indramayu. Ikan impor sudah mulai merata, tidak hanya di pasar tradisional di Indramayu. Pasar Ciroyom dan Gede Bage, Bandung, juga sudah dirambah.
Ikan-ikan tersebut disinyalir mulai masuk Indramayu pada Juni 2011. Ikan impor itu dipasok ke gudang pendingin milik Pemerintah Jawa Barat di Karangsong, Indramayu, dengan volume rata-rata 75 ton per bulan.
Masuknya ikan impor ke gudang milik pemerintah itu dipertanyakan nelayan. Nelayan kecewa, mengapa pemerintah sampai kecolongan dan membiarkannya.
"Pemerintah seharusnya melindungi nelayan. Jika tidak, ya mereka bisa mati," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat, Ono Surono.
Bahkan, kata Ono, saat ini saja sudah 25 persen perahu nelayan di Karangsong, Indramayu, tak lagi melaut. Kapal-kapal itu mati, akibat gempuran ikan dari luar dan cuaca yang tak mendukung.
Jika kondisi ini dibiarkan, Ono memprediksi, ke depan akan ada banyak nelayan yang mati. Sebab, ongkos melaut tak lagi sebanding dengan harga jual hasil tangkapan.
"Di Karangsong misalnya, produksi ikan 50-60 ton per hari. Tapi sekarang serapan ikan sangat sulit, nelayan harus menunggu sampai empat hari agar hasil tangkapannya laku terjual," ujar Ono.
Berbeda dengan Ono, Wakil Ketua HNSI Kabupaten Cirebon, Dade Mustofa menyebutkan, dampak bagi nelayan jika ikan impor masuk sebenarnya tergantung cuaca. Jika ikan impor saat cuaca buruk, tidak terlalu mengganggu. Sebab, banyak nelayan tak melaut saat cuaca buruk. Namun jika ikan impor masuk saat banyak nelayan yang melaut, tentu nelayan akan mati.
"Saat ini kebetulan cuaca sedang tak bersahabat dan nelayan pun banyak yang beristirahat melaut. Bagi yang butuh ikan tentu sangat terbantu. Tapi akhir Februari cuaca mulai bagus dan nelayan mulai melaut," ujar Dade.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Jawa Barat (Jabar), Ahmad Hadadi, mengatakan masuknya berbagai jenis ikan impor ke gudang pendingin di Karangsong, Indramayu, di luar tanggung jawab instansinya.
"Kami hanya menyediakan gudang pendingin untuk membantu masyarakat menjaga kualitas ikannya. Ikan dari mana pun, selama pemiliknya jelas, boleh disimpan di gudang pendingin itu," ujarnya ketika dihubungi Tribun melalui ponselnya, Senin (9/1/2012).
Ia mengaku siapa pun bisa menyimpan ika di gudang itu itu asalkan bisa menunjukkan dokumen yang jelas tentang kepemilikan ikan. Menurutnya, masalah impor ikan merupakan urusan pusat, yakni Kementerian Perikanan dan Kelautan, sebagai pihak yang mengeluarkan izin impor ikan.
"Kalau perusahaan (importirnya) berasal dari Jawa Barat, itu memang berdasarkan rekomendasi saya," kata Hadadi, yang berjanji bakal segera mengecek ke gudang pendingin Karangsong.
"Jika ada ikan ilegal yang masuk, kami akan laporkan kepada pihak kepolisian," ujarnya.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

