Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

AAL Bingung Kejadian November 2010 Dimasalahkan Mei 2011

Tribunnews.com - Kamis, 12 Januari 2012 14:29 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
AAL Bingung Kejadian November 2010 Dimasalahkan Mei 2011
Tribunnews.com/Wahyu Aji
AAL yang hadir dan memberikan pengakuan di Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2012). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kak Seto mengajak AAL, terpidana kasus pencurian sandal milik seorang polisi di Palu, bermain di Dufan setelah menghadiri acara wawancara sebuah stasiun televisi, dan mengadakan jumpa pers di Komnas Perlindungan Anak, Rabu (11/1/2012).

Sambil menuju rumah makan Padang, Tribunnews.com berbincang dengan AAL dan ibunya, Rosmin. Siswa SMK, kelahiran 28 Oktober 1996 ini bercerita banyak soal kehidupannya sehari-hari, bahkan sampai urusan asmara. AAL mengaku senang sekali diajak bermain ke Dufan. Menurutnya, ia paling deg-degan saat menaiki wahana Hysteria dan kepalanya cukup pusing saat menaiki wahana Kicir-kicir.

Pada obrolan santai tersebut, AAL juga bercerita ia sering nongkrong bersama teman-temannya di kios dan rental Playstation dekat rumahnya. Jarak kios dan rumahnya tidak jauh, hanya selemparan batu. AAL mengatakan dari teman-teman nongkrongnya, tidak ada yang merokok, termasuk dirinya. Saat nongkrong, ia dan teman-temannya suka bercerita soal hal-hal yang terjadi di sekolah.

Lebih lanjut, AAL mengaku pernah berkelahi dengan temannya sewaktu SD gara-gara sepeda. "Waktu itu kelas lima SD. Aku yang iseng. Sepeda kawanku aku bawa lari. Kawanku marah, langsung dipukulnya aku. Berkelahi lah saat itu," ujar AAL sembari tersenyum.

AAL kembali bercerita soal kasus sandal yang menyeretnya ke meja hijau. Menurutnya, sandal tersebut ditemukan tak bertuan pada jarak sekitar 200 atau 300 meter dari rumahnya. Dikatakannya, ia mengambil sendal itu pada bulan November 2010, namun baru dipermasalahkan oleh oknum Brimob tersebut pada Mei 2011.

"Bingung juga aku. Tahun depan baru dipermasalahkan. Katanya, kawan polisi itu yang lihat aku ambil sandal. Padahal waktu itu tidak ada siapa-siapa. Dia kan cari sandal merek Eiger, padahal yang saya ambil mereknya Ando," ucapnya.

AAl mengatakan, ia dipukuli oleh oknum Brimob tersebut mulai dari pukul 08.00-11.00 WITA dan dipaksa untuk mengaku. "Waktu itu kelas 3 SMP. Besoknya tidak masuk, karena ambil rapor," kata AAL.


Penulis: Danang Setiaji Prabowo  |  Editor: Yudie Thirzano
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup