- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Dewa Disetrum Lalu Dibunuh! Dikubur Menghadap ke Bawah

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Bakti Buwono
TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Bau daging busuk menyeruak dari sebuah tanah yang digali di samping sebuah bangunan kosong di Wirokerten, Banguntapan, Bantul pada Minggu (15/1) malam.
Bau itu berasal dari penggalian mayat pemuda korban pembunuhan bernama I Dewa Wafa Yuana Slamet (21) warga Jambiran UH 5/271, RT 36 Rw 09, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta oleh tim identifikasi dari kepolisian resor Bantul dan petugas dari Polsek Umbulharjo.
Sontak, para pengendara di jalan raya yang berjarak lebih dari 20 meter itu langsung berhenti untuk menyaksikan kesibukan polisi dan membuat macet jalanan.
"Dugaannya karena cintasegitiga sama gadis bernama Awi, anak kos," ucap Deni, paman korban, sembari mengenakan masker di lokasi kejadian, Minggu (15/1/2012).
Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Umbulharjo Kompol Iqbal Yudi. Ia menuturkan awal mula pengungkapan kasus pembunuhan itu berawal dari laporan kehilangan dari keluarga korban pada Jumat (6/1/2012) lalu. Saat itu I Dewa dilaporkan tidak kembali ke rumah dengan mengendarai mio putih. Selang tiga hari yaitu pada 9 Januari 2012, pihak keluarga mendapat kabar penemuan sepeda motor korban dari Polres Bantul.
Kabar dari polres bantul sepeda motor itu hendak dijual tapi bukan oleh korban melainkan oleh dua orang yang bernama bayu adi pratama (21) asal pacitan yang merupakan mahasiswa Universitas Pembangunan Veteran (UPN) dan Toro pengusaha swasta. Keesokan harinya pihak polsek Umbulharjo langsung mendatangi dua pelaku itu di kos-kosan itu.
Awalnya kedua pelaku tidak mengakui hingga akhirnya pada Minggu siang kedua pelaku mengaku kalau membunuh korban, tidak hanya berdua melainkan bersama dua teman lainnya yaitu Egis dan Tio yang langsung diringkus.
Lokasi pembunuhan berada di sebuah tanah kosong di belakang sebuah bangunan kosong di Wirokerten, Banguntapan, Bantul. Jajarannya langsung menuju lokasi pada Minggu malam bersama kapolsek Banguntapan dan Polres Bantul.
"Korban disetrum dulu lalu ditikam dari belakang, yang melakukan yang bayu," katanya .
Kondisi korban saat ditemukan antara lain tangan dan kaki terikat ke belakang, mengenakan kaus biru dan jeans selutut. Korban yang bekerja di sebuah toko kacamata di daerah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dikubur. Jenazah dikubur menghadap bawah.
Dugaan sementara penyebab kejadian itu karena cinta segitiga. Dari penelusuran polisi sebenarnya keduanya sudah putus dengan gadis yang dimaksud. Kemungkinan karena korban dekat dengan si gadis, pelaku merasa cemburu atau sudah ada dendam sebelumnya.
Kapolsek Banguntapan Kompol Joko Priyono menuturkan untuk selanjutnya kasus ini baru akan dirembug apakah ditangani kota Yogyakarta atau Bantul. Tetapi kemungkinan besar karena lokasi pembunuhan berada di Bantul ditangani Polres Bantul.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

