4,7 Juta Siswa SD-SMP Terancam Putus Sekolah
Sekjen Transparansi Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki mengatakan,
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen Transparansi Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki mengatakan, anggaran pendidikan dari pemerintah sebesar Rp248,9 triliun tidak efektif. Pasalnya, sebanyak 4,7 juta siswa SD-SMP terancam putus sekolah.
"Anggaran pendidikan tidak efektif, nyatanya sebanyak 2,7 juta siswa SD dan 2 juta SMP terancam putus sekolah," ujar Teten kepada wartawan dalam jumpa pers realisasi APBN 2011 oleh Koalisi Anggaran Indonesia (KAI) di Bakoel Coffee Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2012).
Menurut Teten, anggaran untuk pendidikan merupakan yang terbesar dari anggaran lainnya, yaitu 20,25 persen dari total APBN yang jumlahnya sebesar Rp. 1.229,5 triliun. Namun yang menjadi masalah utama yaitu jenis alokasi dan efektivitas alokasi tersebut.
"Nyatanya masih banyak anak-anak miskin dan di daerah terpencil belum dapat mengakses pendidikan dasar yang berkualitas," kata Teten.
Akibatnya, sebanyak 23 persen siswa SMP yang mampu meneruskan ke tingkat SMA. Sisanya tidak bisa meneruskan, dan di antaranya ada yang terpaksa bekerja.
Karena itu, KAI merekomendasikan agar pemerintah harus menyusun model pembiayaan pendidikan dasar-menengah yang efisien, efektif, berkeadilan, berkecukupan, berkelanjutan, transparan dan akuntabel.
"Hal tersebut juga untuk menghindari tumpang tindih, kebocoran dan korupsi," imbuh Teten.(*)