Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

Pembangunan Jalur KA Jakarta-Surabaya Kurang Dana Rp1,8 M

Tribunnews.com - Selasa, 24 Januari 2012 20:09 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Pembangunan Jalur KA Jakarta-Surabaya Kurang Dana Rp1,8 M
Tribun Medan/Dedy Sinuhaj/DEDY SINUHAJI
rel kereta api 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pembangunan jalur ganda rel kereta api Jakarta-Surabaya masih menemukan sejumlah masalah. Selain seputar pembebasan dan penertiban lahan, terutama di kawasan perkotaan, pembangunan jalur ganda ini juga mengalami kekurangan dana sebesar Rp1,8 miliar.

Hal  ini diungkapkan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bapennas Dedy S Priatna saat ditemui wartawan, usai rapat soal perkeretaapian di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (24/1/2012).

“Kita kekurangan Rp1,8 trilun, itu untuk Agustus sampai ke sana (Desember). Tapi untuk sampai Agustus, saya lupa berapa. Jumlah total keseluruhan Rp9,8 trilun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dana untuk pembebasan lahan yang diperlukan sebesar Rp800 miliar. “Pembebasan lahan kalau nggak salah hanya Rp800 miliar. Itu untuk pembangunan track dan lain-lain,” jelasnya.

Kekurangan dana ini sendiri, menurutnya, akan diupayakan dapat dicukupi dalam APBN-Perubahan 2012 mendatang. “Akan diupayakan di APBN-P.  Kekurangan untuk tahun ini ya,” terangnya.

Dijabarkannya, total jalur ganda Jakarta-Surabaya ini adalah sebesar 763 km. Dan yang sekarang dibangun adalah jalur Cirebon-Brebes sekitar 60 km, Pekalongan-Semarang dengan jarak 90 km, Semarang-Bojonegoro 175 km, Bojonegoro-Surabaya 105 km.

Menurut keterangannya, dari 307 kontrak terdiri atas pembangunan jalan rel, pembangunan jembatan, modifikasi  alat telekomunikasi, serta manajemen konstruksi.

“Paling besar untuk pembangunan jalan rel Rp6,02 triliun, jembatan Rp 2,1 trilun,  telekomunikasi Rp1,43 triliun, manajemen konstruksi Rp0,31 triliun,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengatakan paling penting saat ini adalah untuk mengecek lagi apa yang terjadi di lapangan dan apa yang bisa dipercepat. Dan apa yang masih menjadi kendala agar bisa diatasi dalam pelaksanaan pembangunan jalur ganda rel kereta api Jakarta-Surabaya.
 
"Saya minta para kepala Satker juga bekerja sangat erat dengan pimpinan daerah, termasuk dengan stake holder lain seperti Petrokimia dan sebagainya. Jangan sampai ada gap komunikasi. Kalau ada yang menghambat segera sampaikan langsung ke wamenhub yang mengkoordinasikan di lapangan. Dari Pusat akan kami dukung secara penuh," kata Wapres saat melakukan rapat monitoring jalur ganda kereta api dengan memakai teknologi telepresence, di istana Wapres.(*)


Penulis: Srihandriatmo Malau  |  Editor: Taryono
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup