Kamis, 23 Februari 2012
Tribunnews.com

Kursi Banggar Tak Diganti, PPP Akan Bawa Kursi Sendiri

Tribunnews.com - Sabtu, 28 Januari 2012 13:53 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Kursi Banggar Tak Diganti,  PPP Akan Bawa Kursi Sendiri
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Pegawai membereskan ruang Badan Anggaran DPR RI baru, di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2012). Ruang baru tersebut menelan anggaran 20 Milyar Rupiah, dan terbagi atas menjadi empat bagian, yaitu ruang rapat, ruang kerja pimpinan, ruang tunggu tamu, serta ruang sekretariat. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sindiran terhadap kursi mewah di ruang Banggar DPR yang baru seharga Rp 20,3 miliar terus berlanjut. Kini, PPP mengancam, akan membawa kursi sendiri bila kursi impor di ruang Banggar DPR tak jadi diganti.

"Saya sendiri sulit untuk menduduki kursi yang begitu mahal dan teman-teman fraksi saya juga siap untuk membeli kursi sendiri. Kita akan beli produk dalam negeri saja," kata Sekertaris PPP DPR, Arwani Thomafi.

Pernyataan Arwani, terkait pemintaan BK DPR yang meminta kepada Setjen DPR untuk mengganti seluruh barang-barang impor di ruang Banggar DPR yang baru. Sedianya, menurut Ketua BK, M Prakosa produk-produk impor itu akan segera diganti.

Arwani tak memungkiri, mengganti kursi Banggar DPR dengan produk dalam negeri memang  tidak mudah. Proses yang  akan terjadi nantinya, berbelit-belit dan bisa saja, susah untuk direalisasikan.

"Proses pergantian  kan panjang. Dilelang dulu, ada bagian tersendiri yang itu berada di Kemenkeu. Nah, baru uang hasil lelang kembali ke kas negara.  DPR kemudian mengajukan kembali kursi produk lokal. Bisa jadi, belinya lebih mahal lagi," kata Arwani.


Penulis: Rachmat Hidayat  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
BERITA TERKINI
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup