Blog Tribunners
Pengembangan Bibir Jamur Melalui Teknik Kultur Jaringan
Kami mengembangkan bibi
TRIBUNNEWS.COM - Kami mengembangkan bibit jamur lewat teknik kultur jaringan. Prosesnya bermula dari bahan jerami atau batang padi yang sudah dipanen dan kapas kotor yang sudah direndam dan dipadatkan sampai tunggu 2 hari,setelah kering maka kapas kotor yang sudah direndam dicampur dengan jerami
Selanjutnya, jerami dan kapas diturunkan ke dalam media tebar atau log yang terbuat dari campuran kotoran kuda yang sudah kering, kapur, dan merang yang dimasukkan ke dalam plastik yang tebalnya 0.10mm dan lalu dipadatkan.
Bagian ujung log disumbat dengan kapas, dan diikat dengan aluminium foil atau plastik berukuran 0.10 mm. Setelah log bibit disterilkan selama 3 atau 4 jam dalam suhu 121 derajat, dan didinginkan, lalu bagian ujungnya diberi satu sendok bibit bermediakan jagung tadi. "Dari satu log bibit tadi, bisa diturunkan menjadi 20-30 baglog. Bibit akan memakan media tebar," .
Harga jual bibit per baglog berkisar Rp 2000-2500 per bibit atau log. Setiap minggu industri bibit jamur muson dapat memproduksi 1.000 - 2.000 log. Dari setiap log petani bisa mengambil keuntungan berkisar Rp 1.200 - Rp 1.700, atau sekitar 25 persen.
Setidaknya petani harus membutuhkan 100-120 baglog untuk membudidayakan dalam satu kumbung atau satu rumah jamur berukuran 6x4 meter.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.