Kamis, 23 Februari 2012
Tribunnews.com

Penjelasan Menkominfo Soal Migrasi TV Analog ke Digital

Tribunnews.com - Sabtu, 28 Januari 2012 13:09 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Penjelasan Menkominfo Soal Migrasi TV Analog ke Digital
FreeDigitalPhoto.net

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - International Telecommunication Union (ITU) atau otoritas telekomunikasi internasional memberi deadline kepada seluruh negara di dunia, agar paling lambat, 17 Juni 2015  mewajibkan seluruh lembaga penyiaran melakukan penyiaran dengan digital.

TV analog atau TV biasa yang kita tonton  sehari-hari bakal tak bisa menerima siaran. Dan mau tak mau, masyarakat harus berganti ke TV yang bisa menangkap siaran digital.

Berikut penjelasan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring seputar TV digital melalui akun twitternya, @tifsembiring:

*Keputusan ITU, 17 juni 2015 seluruh. TV  analog harus migrasi ke digital. Jadi pabrik-pabrik TV akan produksi TV  digital. Gambar bersih dan suara bening.

*Sesuai UU 32 Tahun 2002, TV digital menjamin diversity of ownership, diversity of content dan ssj (sistem stasiun jaringan). Tidak ada monopoli.

*Trend teknologi tidak bisa dilawan, TV analog: tabung, transistor, IC terus ke digital, LCD dst. Seperti telco: 2G, 3G, LTE, 4G dst

*Akan dipisah penyelenggara multiplexer (mux) dengan penyelenggara siaran. Tadinya 33 zona, sekarang 15 zona. 1 zona ada 6 mux, 1mux=12 chanel

*Jadi dalam 1 zona akan tersedia 72 channel TV digital. Tidak ada lagi monopoli siaran. Peluang dibuka se-luas-luasnya

*Waktu migrasi dr TV analog ke digital diberikan sampai switch off 2018. Dalam masa transisi, konsumen yang punya TV analog perlu set top box

*Set top box, semacam decoder dari pemancar digital ke penerima analog. Anak-anak SMK  bilang harganya bisa Rp 85.000/unit. Di glodok Rp 135.000.


Penulis: Yulis Sulistyawan  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
Ads Star
BERITA TERKINI
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup