- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Istri Mewanti-wanti Anas: Jangan Pulang dengan Uang Haram

Laporan Wartawan Surya, Imam Taufik
TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Hj Sriati (68), ibu dari Anas Urbaningrum mengaku, tak pernah mengontak Anas secara langsung sejak pemberitaan soal anaknya marak di media. Menurutnya, baik ada masalah atau tak ada masalah, Anas jarang kontak langsung.
Kalau ada apa-apa, biasanya malah istrinya Anas, Athiyyah Laila, yang menelepon. Atau sebaliknya, kalau Sriati ingin tahu kabar Anas, ya cukup menghubungi istrinya.
Di mata ibunya, Ketua Umum DPP Demokrat ini pendiam, termasuk pada ibunya sendiri jarang bicara kalau tak penting.
“Kalau ketemu saya ya salaman, kemudian tanya keadaan (kesehatan) saya, setelah itu dia sudah tak banyak ngomong lagi. Itu memang watak anak saya sejak kecil sampai sekarang,” ujar Sriati saat ditemui Surya (grup Tribunnews.com) di rumahnya di RT 2/RW 3 Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Soal kasus yang sedang mendera anaknya, Sriati sudah bertanya ke istri Anas. Katanya, Anas tak terlibat. Itu hanya permainan politik dari lawan-lawannya. Sebab, menurut Sriati, dari dulu istrinya sudah mewanti-wanti pada Anas, jangan sampai pulang membawa uang tak jelas apalagi haram. “Saya pernah telepon istrinya dan menanyakan hal itu. Katanya sih begitu itu (Anas tak terlibat),” ungkapnya.
Sang ibu yakin anaknya tidak pernah makan uang haram. Yang bisa dilakukan nenek 11 cucu ini, hanya mendoakan agar anaknya tak sampai terseret-seret kasus tersebut. Ia kini tetap rutin bangun malam, untuk menjalankan salat Tahajud.
Rumah ibu Anas di Blitar terbilang sederhana. Di depan rumah itu juga berdiri Musala Darunnajah, tempat warga dusun biasa salat berjemaah.
Rumah itu kini ditinggali ibu dan adiknya, Kholis Fikri. Tidak ada yang istimewa pada rumah tersebut jika dibandingkan dengan rumah-rumah di kampung tersebut. Ukurannya sekitar 100 meter persegi. Kalaupun ada yang sedikit mencolok, itu adalah dindingnya.
Sebagian dinding itu dilapisi keramik warna kuning hasil renovasi beberapa tahun lalu. Ayah Anas, Habib Mughni, semasa hidup adalah guru agama di MTs Al Kamal, Kunir, Kecamatan Wonodadi, Blitar.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

