Menhan: IPSC Dikembangkan Jadi 7 Kegiatan
Kegiatan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) telah berkembang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, kegiatan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Santi Dharma Sentul, Bogor pada 19 Desember 2012 lalu telah berkembang.
Dari awalnya, IPSC hanya difokuskan untuk dua kegiatan, kini telah berkembang menjadi tujuh kegitan.
“Kompleks itu hanya untuk 2-3 kegiatan saja awalnya, sekarang sudah berkembang menjadi 7. Yang tadinya kawasan ini hanya untuk peace keeping center untuk perdamaian dan standar forces jadi satu bataliyon untuk dimanfaatkan, sekarang berkembang menjadi 7 kegiatan,”ujarnya, dalam konferensi pers, usai Rapat Terbatas bidang Polhukham, di Istana, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Dia menyebutkan ketujuh kegiatan itu adalah standby forces, latihan untuk anti teror dan penanggulangan bencana untuk BNPB dan untuk Unhan dan language center serta pusat olah raga militer. “Karena kita selalu leading dalam olah raga militer, apakah dayung, menembak, sehingga perlu ada pusat kegiatan olah raga militer yang mengharumkan nama bangsa kita,” ucapnya.
Selain itu, imbuhnya, kompleks ini secara tata ruang juga berubah, tanah juga berubah dan koordinasi juga berubah, karena ditangani yang berbeda.
Menurut keterangannya, peace keeping center dibawah Kemhan. Language center itu dibawah Mendikbud, anti teror dibawah BNPT, penanggulangan bencana dibawah BNPB, dan jalan dibawah PU.
“Paling sedikit ada lima kementrian dan lembaga non kementrian dalam pembangunan Santi Dharma ini.” Dan proyek ini sendiri diharapkan pada tahun 2014 bisa selesai.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kompleks ini memiliki luas 260 hektare. Dan dari luas ini akan ada 7 kegiatan. Untuk proyek ini sendiri banyak negara yang memberikan bantuan. Seperti Amerika Serikat membantu pembangunan barak.
“Australia pembangunan Bahasa dan negara lain sudah kirimkan pejabatnya untuk meninjau kawasan ini untuk memberikan dukungan,” jelasnya.
Dia juga mengemukakan anggaran akan bersumber dari lima instansi yang turut terlibat di dalam kegiatan tersebut. Dijelaskan dari Kemenhan proyek ini sudah berjalan dan sudah diresmikan. “Jadi sudah separuh jalan,” ujarnya.