Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

Pendukung Mubarak Provokator Kerusuhan Sepak Bola Mesir?

Tribunnews.com - Kamis, 2 Februari 2012 12:18 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Pendukung Mubarak Provokator Kerusuhan Sepak Bola Mesir?
duniasoccer.com
kerusuhan di Stadion Port Said

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM - Ikhwanul Muslimin, kekuatan politik terbesar di Mesir, menuding para pendukung presiden terguling, Hosni Mubarak, menghasut kekerasan antar suporter dalam pertandingan antara kesebelasan, Al-Ahly melawan Al-Masry, di Stadion Port Said, kemarin.

"Peristiwa di Port Said, direncanakan dan merupakan pesan dari sisa-sisa rezim sebelumnya," kata anggota parlemen, Essam al-Erian, seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis (2/2/2012).

Insiden kekerasan antar suporter yang menewaskan 73 orang tersebut, dinilai oleh Presiden FIFA, Sepp Blatter merupakan hari hitam untuk sepak bola.

"Ini adalah hari hitam untuk sepak bola. Bencana itu tak terbayangkan dan tidak seharusnya terjadi," katanya.

Tawuran suporter sepak bola pecah di Mesir, Rabbu (1/2/2012). Kementerian Kesehatan Mesir menyebutkan sedikitnya 73 orang tewas dan ratusan luka akibat kejadian ini. Kerusuhan terjadi tepatnya di sisi utara Kota Pelabuhan Said (Port Said) di Pantai Mediterania.

Pendukung kesebelasan tuan rumah al-Masry, menyerbu masuk ke lapangan usai kemenangan bersejarah atas al-Ahly, klub papan atas Mesir.

Menurut laporan VOAnews, peristiwa ini diikuti dengan lemparan batu, kembang api dan botol-botol ke arah pendukung kesebelasan lawan. Bahkan rekaman siaran televisi menunjukkan peristiwa para suporter berlarian di tengah lapangan mengejar para pemain al-Ahly, yang menyulut bentrokan dan penyerbuan makin menjadi. (aljazeera)


Penulis: Samuel Febrianto  |  Editor: Taryono
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup