Aksi Beli Kembali Berlanjut
Branch Manager First Asia Capital Pontianak, Yangpi, mengatakan aksi beli kembali berlanjut pada
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Branch Manager First Asia Capital Pontianak, Yangpi, mengatakan aksi beli kembali berlanjut pada perdagangan kemarin, Kamis (2/2/2012). IHSG kembali menguat hingga menembus level 4.000, yakni ditutup di 4.016,902 atau menguat 51 poin (1,31 persen).
"Penguatan IHSG kemarin ditopang oleh saham emiten sektor pertambangan, properti dan barang konsumsi. Meningkatnya aksi beli di pasar saham Indonesia sejalan dengan tren bullish yang terjadi di pasar saham global," ujarnya.
Hal ini ditopang oleh optimisme pelaku pasar atas prospek perbaikan ekonomi global tahun ini menyusul keluarnya sejumlah data ekonomi yang menunjukkan peningkatan kegiatan ekonomi di berbagai belahan dunia seperti di China, AS, dan Jerman.
Sementara perkembangan pasar saham global terutama di AS dan Eropa tadi malam terlihat bervariasi. Secara keseluruhan pasar masih bergerak dalam tren bullish. Kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi global tahun ini semakin memudar menyusul data-data ekonomi di sejumlah negara utama di dunia ini menunjukkan pertumbuhan positif, paparnya.
Yangpi melanjutkan, isu hutang Yunani tampaknya akan selesai dalam pekan mendatang setelah pertemuan Menteri Keuangan Uni Eropa diharapkan menyepakati paket bantuan dana tahap dua ke Yunani. Kesepakatan ini akan meningkatkan kembali kepercayaan pasar atas penyelesaian krisis utang di wilayah tersebut.
Perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan berpeluang menguat meskipun akan dibayangi dengan aksi ambil untung, pungkasnya.
IHSG S1 4000 S2 3975 R1 4035 dan R2 4070
Saham Pilihan :
ADRO 1900-1990 Trading Buy
ITMG 37800-39950 Trading Buy
TOTL 400-480 Buy on Weakness
ADHI 690-740 Buy on Weakness
INDF 4850-5050 Maintain Buy
CPIN 2550-2850 Trading Buy
INCO 3950-4150 Sell on Strength
BDMN 4725-5000 Trading Buy
CTRA 590-640 Trading Buy
APLN 315-340 Maintain Buy
SUMBER : First Asia Research
DATA : Steven