Selasa, 9 Juni 2026

Kelompok Bersenjata Tembak Lalu Bacok Daeng Yonri

Kamis (2/2) pukul 09.30 WIT, dua orang tukang ojek terluka karena dicabik timah panas.

Tayang:
Penulis: Domu D. Ambarita
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM - Darah kembali tumpah di bumi Cendrawasih, Papua. Kamis (2/2) pukul 09.30 WIT, dua orang tukang ojek terluka karena dicabik timah panas. Keduanya ditembak di Kampung Kulirik, Kecamatan/Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Pelakunya orang tak dikenal, diduga terkait dengan kelompok bersenjata yang menginginkan kemerdekaan Papua.

Demikian dikemukakan Wakil Kepala Polda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw saat dihubungi Tribunnews.com dari Jakarta. "Memang betul telah terjadi penembakan tukang ojek di Kampung Kulirik, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya," kata Paulus.

Sat itu, empat orang tukang ojek diberondong kelompok bersenjata saat melintas jembatan di Kampung Kulirik, Kamis pagi. Dua orang di antaranya mengali luka, tubuhnya dicabik timah panas. Keduanya ditembak saat melintas di atas jembatan sepulang mengantar penumpang ke Kampung Kulirik. Pelakunya orang tak dikenal, diduga terkait dengan kelompok bersenjata yang menginginkan kemerdekaan Papua.

Anuar Daeng Yonri (42), tukang ojek yang ditembak kelompok bersenjata di Kampung Kulirik, Distrik/Kecamatan Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Kamis (2/2)pagi, menderita cukup parah. Tubuhnya mengalami dua luka.

"Satu luka tembak pada bagian pundak kanan, dan satu lagi luka bacok pada pipi kiri," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Wachyono saat dihubungi Teribunnews.com dari Jakarta, kemarin.

Walau menderita dua luka, warga Kampung Wuyukwi, Kecamatan/Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya masih terselamatkan, dan masih hidup. "Sekarang sudah dievakuasi ke Rumah Sakit di Jayapura, sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Mulia," kata Wakil Kepala Polda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw, dihubungi terpisah.

Korban lainnya adalah Ropu (38), warga Kampung Pagaleme Distrik Mulia, belum ditemukan. Kemudian Budi Utomo (28), warga Pasar Kota Lama, Kampung Wuyuki, Distrik Mulia, dan Dipending Tabuni (20), warga Kampung Wandeggobak, Distrik Mulia.

Pol Paulus Waterpauw menjelaskan kronologis kejadiannya, bermula pada pukul 09.20 WIT. Saat itu, Daeng bersama 3 orang rekannya sesama tukang ojek hendak mengantar penumpang dari Pasar Wuyukwi ke arah Kampung Kulirik.

Pagi itu, ada empat penumpang dari Pasar Wuyuki meminta tukang ojek agar mengantarkannya sampai ke Kampung Kulirik. Sejatinya, sudah ada semacam aturan tak tertulis dari polisi setempat, kalau tidak terpaksa, pendatang tidak boleh orang pendatang masuk sampai ke kampung bawah, Kampung Kulirik, Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Di lokasi ini sering terjadi penembakan.

Paulus menerka, "Mungkin karena tawarannya mahal, maka dibawalah empat penumpang itu. Tapi setelah pulang, dari Kampung Kulirik, mereka diadang dan ditembaklah dua pengojek."

Setibanya di Kampung Kulirik tepatnya di dekat jembatan Kampung Kulirik, keempat tukang ojek tersebut diadang, lalu diberondong. "Dua orang di antaranya tertembak, dan dua tukang ojek lainnya selamat," kata Paulus, mantan Kadit Reserse dan Kriminal Polda Papua.

Pelaku penembakan dan pembacokan terhadap tukang ojek itu diduga pasukan pimpinan Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional dan Organisasi Papua merdeka (TPN-OPM) Papua Barat 'Jenderal' Goliat Tabuni.

"Mereka berjumlah sekitar 8-9 orang. Sesaat setelah kejadian, anggota langsung mengejar. Sempat terjadi kontak senjata, pelaku membalas tembakan anggota polisi yang dibantu anggota TNI, tapi kemudian para pelaku melarikan diri ke atas gunung," ujar Paulus Waterpauw.

Paulus menduga pelaku penembakan tukang ojek merupakan kelompok lama. "Mereka adalah pecahan dari kepimpinan OPM Goliat Tabuni, yang mengacau Puncak. Tapi karena Goliat Tabuni sudah tua, jadi beralih kepada anak-anak muda," ujar Paulus.

Menurut dia, melihat beberapa kali kejadian, para pelaku tidak punya motif kriminal. Sebab kalau tujuan kriminal, misalnya, perampokan, harta benda korban seperti sepeda motor dan uang, pasti diambil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved