Anak Main Pemantik, 4 Rumah Jadi Arang
Empat unit rumah milik warga RT 09, RW 05, Kelurahan Kemalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) ludes
Laporan Wartawan Pos Kupang, John Taena
TRIBUNNEWS.COM, WAINGAPU -- Empat unit rumah milik warga RT 09, RW 05, Kelurahan Kemalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) ludes terbakar dan hanya tinggal arang, Jumat (3/2/2012). Api diduga berasal dari gas pemantik yang dimainkan anak-anak korban di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi yang dihimpun Pos Kupang di lokasi kejadian, Kamis (2/2/2012), saat kejadian para pemilik rumah sedang istirahat. Sekitar pukul 14.00 Wita, tiba-tiba terlihat nyala api yang bersumber dari salah satu rumah milik warga. Melihat api tersebut, warga beramai-ramai berupaya memadamkan nyala api. Namun upaya yang dilakukan warga tidak membuahkan hasil. Kobaran api terus membesar.
Informasi lain yang dihimpun Pos Kupang di (TKP) menyebutkan, sumber api diduga berasal dari pemantik gas. Sesaat sebelum kejadian, anak dari salah satu korban kebakaran terlihat bermain pemantik gas. Diduga api dari pemantik gas yang dinyalakan anak itu menyambar atap rumah yang terbuat dari alang-alang sehingga menghanguskan empat rumah tersebut. Rumah yang hangus masing-masing milik Bernabas Malo (37), Marta Tamu Rambu (50), Alexi Randi Kaha (38) dan Marten Djami Talapesi (30). Taksasi kerugian material akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Dorkas Solemina (30), istri salah satu korban kebakaran kepada Pos Kupang di lokasi kebakaran mengatakan, akibat peristiwa itu seluruh perabot rumah tangga seperti barang elektronik, pakaian dan juga perhiasan ludes. Selain itu, sebelum kejadian salah satu anaknya sedang tertidur pulas di dalam kamar. "Waktu saya masuk ke dalam rumah api sudah menyala besar," katanya.
Melihat kejadian itu, jelasnya, ia panik dan berusaha menyelamatkan anaknya yang sedang tertidur. Selanjutnya ia berteriak meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu
memadamkan kobaran api.
"Saya hanya kasi selamat saya punya anak saja,
sementara barang tidak ada yang bisa dibawa keluar. Sekarang tinggal pakaian di badan," katanya sambil menangis.
Disaksikan Pos Kupang di TKP, aparat Polres Sumba Timur saat berada di lokasi tersebut langsung membantu warga memadamkan kobaran api. Usai memadamkan kobaran api, aparat memasang memasang garis polisi. (jet)