Kamis, 24 Mei 2012
Tribunnews.com

Disuntik Minyak Rambut, Kelamin Syaiful Membengkak

Tribunnews.com - Sabtu, 4 Februari 2012 10:17 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Disuntik Minyak Rambut, Kelamin Syaiful Membengkak
kompas.com
Syaiful Romadhon

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN - Jangan ditiru prilaku ini. Gara-gara percaya terhadap omongan teman, Syaiful Romadhon (37) menderita.  Bagian kelaminnya membengkak, pascadisuntik menggunakan cairan minyak rambut. Kejadian itu sudah berlangsung sejak dia keluar dari penjara, setelah menjalani masa tahanan karena kasus kecelakaan di lembaga pemasyarakat (Lapas) Kabupaten Sampang, tiga bulan lalu.

Ditemui di rumahnya di Dusun Mandala, Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (3/2/2012), Syaiful Romadhon menceritakan awal penderitaannya. Seminggu menjelang habis masa tahanannya, dia dirayu oleh teman-temannya untuk memperbesar kelaminnya agar setelah sampai di rumah bisa memuaskan istrinya.

Syaiful percaya begitu saja dengan omongan teman-temannya di dalam penjara. "Saya sih percaya saja omongan itu, dan saya mau disuntik sampai dua kali," kata Syaiful Romadhon. 

Seminggu setelah disuntik itu, belum ada reaksi apa-apa. Namun, setelah seminggu tinggal bersama isteri dan anaknya di rumah, perubahan alat kelaminnya mulai terasa. Terutama pada buah zakar. "Semakin hari semakin besar dan semakin sakit. Bahkan, kalau sudah nyeri saya sampai menjerit karena tidak kuat menahan sakitnya," ungkap Syaiful.

Untuk mengurangi sakitnya, dirinya pernah datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Pamekasan untuk berobat. Namun, pihak rumah sakit angkat tangan untuk menanganinya. Bahkan, dokter memberikan rujukan agar dibawa ke Surabaya. Berdasarkan prediksi dokter, biaya yang harus ditanggung Syaiful untuk menyembuhkan penyakitnya itu sekitar Rp 32 juta. "Dari mana saya mendapatkan uang sebesar itu. Apalagi nanti setelah di Surabaya, buah zakar saya harus dipotong," keluhnya dengan nada sedih.

Karena keterbatasan dana, Syaiful memilih dirawat seadanya di rumahnya dengan mengandalkan obat-obatan penurun rasa nyeri. Terkadang, kalau sudah tidak punya uang, dia menggunakan obat-obatan seadanya. Meskipun kondisi Syaiful sudah menderita, Sulalah, isteri tercintanya bersama tiga anaknya, tetap merawatnya. "Saya hanya jualan gorengan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama untuk biaya pendidikan anak-anak," kata Sulalah, lirih.


Editor: Gusti Sawabi  |  Sumber: Kompas.com
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup