- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Bontang FC 1-1 PSM Makassar: Pertahanan Juku Eja Ceroboh
TRIBUNNEWS.COM, BONTANG ‑ Target bisa meraih tiga poin di kandang Bontang FC, gagal direalisasikan PSM Makassar. Sempat unggul 1-0 di babak pertama, gawang PSM akhirnya kebobolan di babak kedua hingga laga di Stadion Mulawarman, Sabtu (4/2/2012) berakhir imbang 1-1.
Gelandang muda PSM yang baru pulang dai seleksi Timnas U-21, Fadli M, sebenarnya mampu membuat PSM berharap bisa meraih tiga angka. Namun kecerobohan lini pertahanan di babak kedua, membuat PSM kehilangan tiga angka.
Gol penyama kedudukan oleh Bontang FC dicetak striker Camara Fassawa di menit ke‑58, tak terlepas dari cerobohnya Hendra Wijaya yang gagal menutup ruang tembak penyerang asal benua Afrika tersebut.
"Mungkin karena gugup, Hendra sempat terjatuh dan ia gagal menutup ruang tembak Camara. Padahal kita sudah sempat unggul 1-0. Tapi lini belakang kita memang banyak salah antisipasi," kata pengamat PSM, JD Bosco, kemarin.
Dari jalannya pertandingan, duet bek tengah Ketut dan Kwon bahkan sering terjatuh ketika berduel dengan pemain depan lawan. Dan beberapa kali, apakah Hendra dan Satrio juga sering dilewati lawan.
Khusus penampilan Hendra Wijaya juga tak maksimal. Ia menjadi penyebab lawan sangat mudah melepaskan umpan crossing dari sisi kiri. Beberapa kali Hendra membuat pelanggaran yang tidak perlu.
Kurang Bagus
Pelatih PSM, Petar Segrt, menjelaskan bahwa lini belakang kali ini memang kurang bagus. Sehingga beberapa kali penyerang lawan mampu mengancam gawang Psm yang dikawal Deny Marcel.
"Tetapi, ini biasa kalau sebuah tim mengandalkan permainan menyerang dengan memainkan pola menyerang 4‑3‑3 dimana lini tengah sering menjadi kosong," kata Petar.
Petar pun tak kuasa menyebut penjagaan Kwon dan Lebut memang sedikit longgar dan begitu mudah dilewati. Penampilan keduanya tidak seperti biasanya yang bermain cukup taktis dan kompak.
Tapi hal itu sudah diketahui Petar dan itulah risiko besar jika mengusung permainan menyerang, termasuk mendorong Fadli bermain sebagai penyerang kanan.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

