Kamis, 24 Mei 2012
Tribunnews.com

Delapan Naga Meriahkan Cap Go Meh di Pontianak

Tribunnews.com - Minggu, 5 Februari 2012 10:28 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Delapan Naga Meriahkan Cap Go Meh di Pontianak
dok
Pertunjukan naga meriahkan perayaan Cap Go Meh 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rihard Nelson

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Sebanyak delapan naga melakukan ritual buka mata di Vihara Kwan Tie Bio di Jalan Diponegoro, Minggu (4/2/2012).

Sekretaris panitia Pagelaran Naga Panca Bhakti, Nam Song, mengatakan, kegiatan ini bertanda dimulainya arak-arakan naga untuk menyambut perayaan Cap Go Meh atau hari ke-15 setelah Imlek.

"Makna dari arak-arakan naga itu sendiri adalah untuk membersihkan roh-roh jahat. Masing-masing naga di arak keliling Kota Pontianak mendatangi tempat usaha dan kantor pemerintah dan sebagainya," ujar Nam Song kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (4/2/2012), di Vihara Bodhisatva Karaniya Metta, di Pasar Kapuas

"Kedatangan naga di tahun yang baru, tahun Naga Air, semoga seluruh masyarakat Kota Pontianak dalam usaha semakin sukses. Kondisi ekonomi semakin baik, keamanan semakin terjaga," tambah Nam Song.

Naga Panca Bhakti memiliki panjang sekitar 60 meter yang dimainkan sekitar 100 orang pemuda yang sudah terlatih.
Naga Panca Bhakti memulai aksinya di Jalan Patimura, Juanda, hingga ke Kantor BCA di Jalan Tanjungpura. Belasan ruko disisir naga tersebut.

Nam Song mengungkapkan pemain Naga Panca Bhakti tidak hanya berasal dari etnis Tionghoa, namun sudah berasal dari multi etnis. Kemampuan yang dimiliki etnis Tionghua ternyata mampu diimbangi oleh etnis lainnya.

"Tidak ada batasan untuk pemain, siapa saja boleh ikut. Pemain naga kami ini campur aduk, dari Madura, Melayu, Batak, dan lainnya. Mereka begitu antusias mengikuti permainan arak-arakan naga. Karena perayaan naga ini sudah kita miliki bersama dan simbol masyarakat Kalbar," tukasnya.

Rencananya, Naga Panca Bhakti besok hari atau lusa akan melakukan aksi di Kantor Walikota Pontianak dan Gubernur Kalbar. Aksi ini akan bersamaan dengan Naga lainnya.

Andre, pemain arak-arakan naga dari etnis pribumi menuturkan, keikutsertaannya sudah yang ketiga kali berturut-turut. Ia merasakan permainan seni budaya suatu etnis merupakan milik bersama yang jika berdampak positif tentu harus didukung.

"Arak-arakan naga ini ibaratnya keindahan hidup. Kan Saya di tim ini sebagai pemegang ruas, ketika mengikuti gerak ke sana ke mari begitu indah. Rasa capek itu tidak terasa. Saya terus terang mendukung kegiatan seni budaya apapun untuk coba digali dan dijual sebagai penarik wisata ke Kalbar," pungkasnya.


Editor: Anwar Sadat Guna  |  Sumber: Tribun Pontianak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup