Liga Super Indonesia
Deltras Berdalih Soal Wasit usai Digulung Persiram 3-1
Kekalahan dari Persiram ini pantas membuat Deltras malu, sebab menjadi kekalahan terbesar sepanjang musim ini
Laporan Wartawan Surya, Aji Bramastra
TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Episode negatif Deltras Sidoarjo di Liga Super Indonesia (LSI) belum berakhir. Setelah ditahan imbang di kandang oleh tim papan bawah Arema, lalu kalah 1-2 dari Persidafon Dafonsoro, The Lobster kembali kalah 1-3 saat menghadapi Persiram Raja Ampat, Sabtu (4/2/2012).
Dalam laga tersebut, Persiram mencetak gol melalui Jean Paul Boumsong (39’, 89’) dan Elthon Maran (45’). Sementara Deltras menghibur diri melalui gol Muhammad Fakhrudin di menit ke-49. “Terima kasih atas dukungannya. Kami akan coba bangkit,” ujar Fakhrudin melalui akun twitter-nya.
Kekalahan dari Persiram ini pantas membuat Deltras malu, sebab menjadi kekalahan terbesar sepanjang musim ini. Sebelumnya, Purwaka Yudi dkk belum pernah menderita kekalahan dengan selisih lebih dari dua gol. Apalagi kekalahan telak ini justru didapat dari juru kunci klasemen.
Bagaimana Deltras menanggapi kekalahan ini? Lagi-lagi, alasan klasik soal wasit menjadi jawaban Pelatih Deltras, Jorg Peter Steinebrunner. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan. Tetapi semua berantakan hanya karena wasit memberikan keputusan yang salah. Wasit menghilangkan kesempatan kami untuk meraih kemenangan,” keluh Jorge.
Keputusan Wasit Khusni dari Samarinda yang dinilai Jorg kontroversial, adalah penalti untuk Persiram di menit ke-39. Penalti itu diberikan gara-gara Juan Revi menyentuh bola di kotak penalti. “Penalti itu mesti dipertanyakan. Selain itu, wasit juga sering salah dalam penerapan offside. Sangat jelas pemain kami tak terkena offside, tetapi wasit berkata lain," tegas Jorg.
Ofisial Deltras terlihat emosi dengan para pengadil lapangan. Bahkan, seorang ofisial Deltras sempat tertangkap kamera televisi berusaha melempar hakim garis dengan gelas air mineral. Begitu jengkelnya, Jorg menyarankan agar PT Liga Indonesia mulai berpikir memakai wasit asing.