- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Ketua Harian Persipura: Dua Kali PSSI Menzalimi Kami

- PSSI Siap Terima Sanksi Soal Pemanggilan Pemain ISL
- Pelita Jaya Hanya Nurut pada PSSI Versi La Nyalla
- Arema ISL Tolak Lepas Pemainnya ke Timnas U-23
- Bob Hippy: Banyak Pemain ISL Siap Gabung ke Timnas
- Ramdhani Lestaluhu: Tentu Saja Saya Ingin Main di…
- Sriwijaya FC Tak Izinkan Pemain Masuk Timnas Versi…
Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PSSI dianggap dua kali melakukan kezaliman bila tidak menyerahkan formulir pendaftaran Persipura untuk mengikuti Liga Champions Asia (LCA) 2012 kepada AFC.
Sebelumnya PSSI dianggap sengaja menjegal Persipura mengikuti ajang bergengsi tingkat internasional itu. Ini memicu Persipura mengajukan gugatan melalui Badan Arbitrase Olahraga Internasional atau Court of Arbitration for Sports (CAS).
Setelah ada keputusan CAS, AFC mengirim formulir pendaftaran bagi Persipura untuk ikut LCA melalui PSSI, tetapi hingga saat ini Pesipura belum menerima formulir tersebut yang diduga kuat sengaja disimpan PSSI.
“Ini kezaliman ke dua yang dilakukan PSSI. Seharusnya sesama anak bangsa saling meninggikan agar prestasi sepakbola Indonesia bisa maju. Sampai saat ini formulir tersebut belum kita terima,” ungkap Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu malam (4/2/2012).
La Siya khawatir atas aksi mengulur-ulur waktu oleh PSSI. Padahal menurut La Siya, batas waktu akhirnya adalah 6 Februari 2012. “Bayangkan sampai hari ini belum diterima formulir itu. Kita tidak terima lah, hilang lah, hari ini hari Sabtu hari libur, macam-macam,” ujarnya.
Dengan adanya fomulir yang dikirimkan AFC, Persipura berharap bisa kembali berkiprah di LCA 2012 sebagai duta bangsa Indonesia. “Kalau tidak ada yang menyetujui ini, dia bukan orang Indonesia. Kalau dia tidak menyetujui ini berarti menyakiti, membiarkan Papua merdeka sendiri,” ungkapnya.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

