TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
La Siya: Banyak Tikus di Kantor PSSI
Tribunnews.com - Minggu, 5 Februari 2012 07:47 WIB

Tribunnews.com/Adi Suhendi
Ketua Harian Persipura, La Siya (kanan) di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu malam (4/2/2012).
Berita Terkait: Konflik PSSI
- PSSI Siap Terima Sanksi Soal Pemanggilan Pemain ISL
- Pelita Jaya Hanya Nurut pada PSSI Versi La Nyalla
- Arema ISL Tolak Lepas Pemainnya ke Timnas U-23
- Bob Hippy: Banyak Pemain ISL Siap Gabung ke Timnas
- Ramdhani Lestaluhu: Tentu Saja Saya Ingin Main di…
- Sriwijaya FC Tak Izinkan Pemain Masuk Timnas Versi…
Laporan wartawan tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ketua Harian Persipura Jayapura La Siya mengungkapkan bahwa di rumah lembaga yang menaungi persepakbolaan Indonesia saat ini banyak tikus, sehingga klubnya enggan saat diajak pulang ke rumah yang terletak diantara pintu IX dan X Stadion Gelora Bung Karno tersebut.
Hal tersebut diungkapkan La Siya dalam jumpa persnya di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (4/2/2012) malam lantaran dirinya merasa kesal karena PSSI hingga saat ini tidak menyerahkan formulir pendaftaran Liga Champion Asia yang dikirim AFC untuk Persipura.
“Ini jelas karena di rumah sana banyak tikusnya, untuk itu kenapa persipura waktu itu diajak pulang ke rumah tidak mau, karena di sana banyak tikus di Gelora antara pintu IX dan X itu banyak tikusnya,” ungkap La Siya menyindir pengurus PSSI saat ini.
Klub tidak bisa mengirimkan surat langsung ke AFC, pasalnya Pesipura tetap berada di bawah naungan PSSI, sehingga untuk surat menyurat tentu harus melalu PSSI. Tapi bagaimana bila pengurus PSSI-nya memiliki maksud untuk mengulur-ngulur waktu? Tentu saja merugikan Persipura yang kini ingin mengurus pendaftaran untuk ikut laga LCA 2012.
“Kita akan menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan formulir pendaftaran tersebut, kita akan terus minta ke PSSI,” ucapnya.
Sebelumnya, setelah persipura dinyatakan gugur haknya atas permintaan PSSI kepada AFC, maka Persipura langsung menggunakan cara dan haknya untuk dengan menggugat PSSI, AFC, dan Adelaide United kepada CAS yang berkantor di Swiss.
Persipura menuntut dua hal dalam gugatannya kepada CAS, pertama mengembalikan hak Persipura untuk bermain di LCA dan kedua, mengugat secara material berupa uang ganti rugi sebesar 1 982 000 USD atau sekitar 20 miliar.
Kini CAS sudah memutuskan bahwa Persipura bisa ikut dalam LCA 2012 dan formulir pendaftarannya pun sudah diserahkan AFC kepada PSSI. Namun hingga kini Pesipura belum menerima formuli pendaftaran tersebut.
Penulis: Adi Suhendi | Editor: Gusti Sawabi
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Superball Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

