San San, Tatung Perempuan Dari Singkawang
KERASUKAN roh dan menjadi tatung tidak hanya didominasi kaum adam, di Singkawang kaum hawa juga
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
TRIBUNNEWS.COM - KERASUKAN roh dan menjadi tatung tidak hanya didominasi kaum adam, di Singkawang kaum hawa juga berperanan menjadi tatung. Satu di antaranya San San (32), tatung perempuan kerasukan Dewi Ular asal Thailand. Setiap kali roh guru merasuki raganya, ia akan berubah seperti ular cobra beriuk-riuk di lantai dengan kedua tangan berada di atas kepala.
San-San yang menikah dan tinggal di Malaysia setiap tahun tidak pernah ketinggalan dengan iven Cap Go Meh Singkawang. Ia mengaku, jika tidak pulang badan akan terasa tidak enak, hati berdebar, dan merasa seperi orang sakit.
"Setiap tahun pasti pulang dan tidak pernah absen pada perayaan Cap Go Meh. Kalau tidak pulang akan terasa kurang sehat dan perasaan tidak enak. Jika benar-benar tidak pulang akan mendapat sakit, makanya setiap tahun pasti pulang sehingga bisa menjadi tenang," ungkapnya.
Kendati demikian, San yang sejak kecil sudah bisa tatung mengatakan selama di Malaysia ia tidak pernah kerasukan Dewi Ular. Gurunya bisa memahami posisinya yang berada jauh dari tempat asalnya dan telah memiliki dua orang anak ini.
Oleh karena itu, sebagai gantinya ia setiap tahun pasti pulang kampung menjadi tatung dan turun ke jalan untuk membersihkan jalan serta mengusir roh jahat agar masyarakat Singkawang senantiasa aman dan selamat dari musibah.