Bupati Gelar Rapat Bahas Harimau
Bupati Merangin Nalim langsung menggelar rapat untuk membahas masalah harimau yang menerkam warga.
TRIBUNNEWS.COM, BANGKO - Bupati Merangin Nalim langsung menggelar rapat untuk membahas masalah harimau yang menerkam warga. Rapat dilaksanakan di ruang pola kantor bupati, Senin (6/2).
Seperti diberitakan sebelumnya seorang warga lolos dari serangan seekor harimau saat menyadap karet. Sebelumnya juga terjadi beberapa kali konflik antara harimau dan manusia di Merangin.
Rapat dipandu Sekda Merangin Khafid Moein dan dihadiri Ketua DPRD Zainul Arfan, Unsur Muspida, Ketua Komisi II Fahrudin Ilyas, TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat), BKSD (Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam), Dinas Perkebunan Kehutanan, dan Dinas Pekerjaan Umum. Dalam rapat pihak BKSDA dan TNKS menuai kecaman dari warga tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sungai Manau, Pangkalan Jambu, dan Bangko Barat.
Kritikan keras juga disampaikan Ketua DPRD Merangin Zainul Arfan. Katanya, sejak terjadinya peristiwa ada warga yang diterkam harimau, bahkan hingga tewas, pihak BKSDA belum melakukan tindakan nyata.
"Setelah kasus tewasnya warga di Sungai Manau, dewan langsung menggelar rapat. Pihak-pihak terkait datang, dan berjanji untuk membentuk tim. Alhamdulilah, sampai sekarang tidak ada gerakan. Ini yang patut dipertanyakan," kata Zainul.
Atas semua kritikan yang disampaikan, pegawai BKSDA yang diwakili Kasi Wilayah I BKSDA Jambi Sahron menjelaskan, untuk harimau yang dilepas, ini tidak benar.
Menurutnya, pihak BKSDA dan TNKS tidak pernah melepas satu ekor harimau ke hutan. "Kalau pelepasan, harus ada SK dari presiden dan menteri kehutanan. Jadi ini tidak sembarangan," katanya.
Mengenai BKSDA yang dinilai tidak pro aktif, ia menjelaskan, beberapa orang sudah turun ke lokasi. Dicontohkannya, saat kasus warga yang diterkam di Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Manau, sudah ada petugas BKSDA yang langsung turun ke lokasi.
"Kami juga sudah memasang perangkap di Desa Nalo. Selain itu, kami juga tetap membentuk posko kecil," ungkapnya.
Bupati Merangin Nalim menyampaikan, bahwa Pemkab sudah membentuk tim yang dikoordinir pihak Disbunhut. Tim tersebut akan turun langsung ke lokasi, karena harimau masih berkeliaran.
Tidak hanya itu, Pemkab sudah melayangkan surat resmi yang ditandatangani bupati kepada Gubernur Jambi. "Kita sudah mengirimkan surat ke Pak Gubenur, dan kabarnya akan ada tim yang turun. Untuk jumlahnya saya tidak tahu pasti. Kabarnya ada 90 orang," ujar Nalim kepada wartawan.
Biaya Ditanggung Pemkab
Setelah menggelar rapat mendadak membahas warga yang diterkam harimau, Bupati Merangin Nalim menjenguk korban keganasan harimau di RSUD Kolonel Abunjani, Bangko.
Dirut RSUD Solahuddin dan beberapa pejabat SKPD mendampingi bupati menjenguk Mardi, warga Dusun Nangko, Desa Alur Tiga, Kecamatan Pangkalan Jambu yang jadi korban terkaman harimau.
Pantauan Tribun, Nalim berdialog dengan korban. Mardi pun menceritakan sekilas, mengenai kronologis kejadian. Ia selamat karena sempat memanjat pohon dan juga karena anjingnya yang sempat berduel dengan harimau.
"Atas peristiwa ini, saya perintahkan Dirut RS, untuk memberikan perawatan yang baik. Seluruh biaya akan ditanggung pemerintah," ujar Nalim kepada Mardi. Kepada para wartawan, Nalim mengatakan, terkait peristiwa ini, Pemkab sudah membentuk tim yang terdiri atas BKSDA, TNKS, TNI, Polri, dan Polhut dan segera mungkin diturunkan ke lokasi. (nto)