Andrea Hirata Legowo Ditinggal Ibunda Tercinta
Tak nampak rona kepedihan yang berlebihan dari seorang penulis novel Laskar Pelangi ini.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Wahyu Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Andrea Hirata tampak tegar saat menjalani tahap demi tahap dalam prosesi pemakaman ibundanya, N.A.Masturah Binti K.A. Ali (86), Senin (13/2/2012) pagi. Tak nampak rona kepedihan yang berlebihan dari seorang penulis novel Laskar Pelangi ini.
Andrea mengaku legowo atas kepergian ibundanya ke peristirahatan terakhir. Sebagai anak, Andrea telah berupaya melakukan yang terbaik. Ia selalu pulang setiap kali lebaran, termasuk saat masih menjalani studi di Perancis. Ia juga rutin menyisihkan rezeki untuk orang tua.
Menurut Andrea, salah satu pencapaian yang paling tinggi dalam berbakti pada orang tua yakni saat dirinya membiayai kedua orang tuanya ke tanah suci.
"Mudah-mudahan pengalaman aku ini memberikan pelajaran bagi orang-orang lain yang punya orang tua seperti aku, bahwa kalau kita sebagai anak itu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang tua dan ketika orang tua kita meninggalkan kita, kita menjadi lapang dada, jangan sekali-sekali kau menunda menyayangi orang tua. Lebaran pulang lah, apa yang bisa kau lakukan sekarang, lakukan sekarang. Banyak orang menunda setelah ditinggalkan orang tua, menyesal, dan aku tidak ingin mengalami itu, dan ketika ibu meninggalkan ku, aku merasa legowo, merasa ikhlas. Sedih ya pasti sedih, tapi aku legowo karena apapun yang aku dapat, kemana pun aku pergi, bahkan sekolah di Perancis, lebaran pulang," ungkap Andrea kepada Bangkapos.com, Senin (13/2/2012) siang.
Ibunda penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata, Mastura, meninggal dunia, Minggu (12/2/2012) sekitar pukul 13.00 WIB di kediamannya di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Kabar itu disampaikan oleh Fachrul Rizal, Kepala Desa Lenggang sekaligus sepupu Andrea Hirata. Rizal mengatakan, keluarga mereka terkejut atas kepergian almarhumah Mastura.
"Nggak ada sakit, justru bapaknya, suami almarhum itu yang sakit, memang beliau sudah cukup tua, sudah 80, tapi setahu saya sebelumnya beliau tidak sakit, makanya keluarga kaget," ungkap Rizal kepada Bangkapos.com, Minggu (12/2/2012) sore.