- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Di Singapore Airshow 2012 GMF Bidik Penetrasi Pasar Asia

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Anak Usaha Garuda Indonesia , PT GMF AeroAsia menargetkan akan memperkuat posisinya sebagai perusahaan MRO di kawasan Asia dengan membidik sejumlah customer di arena Singapore Airshow 2012.
Dalam salah satu pameran industri penerbangan terbesar di dunia ini, PT GMF AeroAsia tidak hanya menampilkan kapabilitas yang dikuasai, tapi juga mengenalkan layanan bernuansa Indonesia. Kualitas produk sesuai standar global dan harga yang kompetitif akan diperkenalkan kepada calon customer dengan nuansa Indonesia yang kental.
“GMF AeroAsia hanya mengikuti dua pameran industri penerbangan yakni Dubai Airshow dan Singapore Airshow,” kata Jemsly Hutabarat selaku VP Marketing and Sales GMF.
Dalam pameran dua tahunan ini GMF AeroAsia akan menandatangani beberapa kontrak kerja sama perawatan pesawat dan engine dengan sejumlah maskapai, baik sebagai existing customer maupun customer baru. “Ada sekitar 12 kontrak kerja sama yang akan ditandatangani,” katanya. Customer yang siap menjalin kerja sama berasal dari berbagai negara dan benua.
Beberapa maskapai yang siap menandatangani kontrak antara lain Travira Air (Indonesia), Orix Aviation (Amerika Serikat), Avient (Zimbabwe), CIT Leasing Corporation (Amerika Serikat), VietJet Air (Vietnam), HAK LAG Incoporation Air (Nigeria), Jet Airways (India), United Airways (Bangladesh), Sriwijaya Air (Indonesia), NOK Air (Thailand), dan lain-lain. Mayoritas kerja sama untuk perawatan airframe, engine, dan component pesawat buatan Boeing, Airbus, dan McDonnell Douglas serta engine CFM56-3 buatan General Electric (GE).
Menurut Jemsly, GMF memanfaatkan Singapore Airshow 2012 yang berlangsung pada 14-19 Februari 2012 ini sebagai sarana melakukan penetrasi pasar, terutama pasar di kawasan Asia.
Untuk meningkatkan penetrasi pasar yang lebih luas, GMF telah memiliki modal besar yang menjadi tuntutan customer yakni sertifikat approval dari EASA dan FAA. Sertifikat dari otoritas penerbangan sipil internasional ini merupakan pengakuan atas kapabilitas GMF dalam menangani perawatan sejumlah pesawat buatan Airbus maupun Boeing.
Jemsly mengatakan dalam dua tahun terakhir pasar perawatan pesawat terbang dari Eropa dan Amerika mulai beralih ke kawasan Asia-Pasifik. Pertumbuhan pasar di kawasan ini cukup pesat karena dukungan labor cost yang lebih kompetitif dibandingkan perusahaan MRO di Eropa dan Amerika. “Dengan harga yang kompetitif, kualitas produk dan layanan perusahaan MRO di Asia setara dengan Eropa dan Amerika,” katanya. Peluang besar ini yang dibidik oleh GMF dengan meningkatkan kapabilitas yang dimiliki.
Singapore Airshow 2012 juga merupakan ajang yang strategis bagi GMF karena pameran dua tahunan ini menjadi representasi industri MRO Asia. Apalagi SIAEC dan ST Aerospace sebagai salah satu perusahaan MRO global beroperasi di Singapura. “Secara geografis posisi Singapore Airshow 2012 cukup menguntungkan bagi GMF,” katanya. Calon customer GMF bisa melihat langsung fasilitas perawatan GMF di Cengkareng hanya dalam waktu satu jam penerbangan.
Menurut Jemsly, GMF berkomitmen mengembangkan kapabilitas dan kapasitasnya untuk memenuhi kebutuhan pasar perawatan nasional maupun pasar global. Pengembangan kapabilitas dilakukan dengan menguasai perawatan pesawat-pesawat tipe terbaru, terutama B737-NG dan A320. Dua tipe pesawat ini paling banyak digunakan maskapai di dalam maupun luar negeri karena tergolong pesawat yang efisien dalam penggunaan fuel. “Tipe pesawat ini juga dikenal lebih ramah lingkungan,” katanya.
Populasi pesawat B737-NG, baik di Indonesia maupun di luar negeri terus bertambah setiap tahun. Sebagian besar maskapai di Indonesia juga telah mengalihkan operasional pesawatnya dari B737-Classic dengan B737-NG maupun A320. “GMF telah mendapatkan sertifikat approval dari FAA dan EASA untuk perawatan dua tipe pesawat terbaru ini,” katanya. Kapabilitas GMF dalam perawatan B737-NG dan A320 ini dilakukan bertahap mulai A-Check hingga kini telah menguasai perawatan C-Check.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel


