Kamis, 24 Mei 2012
Tribunnews.com

Ditinjau DPD Listri Mati, Terpaksa Beli Solar Pakai Ambulans

Tribunnews.com - Senin, 13 Februari 2012 23:17 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Ditinjau DPD Listri Mati, Terpaksa Beli Solar Pakai Ambulans
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUNNEWS.COM, PEMATANGSIANTAR - Akibat kerusakan trafo PLN, proses operasi di RS Harapan Jl Farel Pasaribu Kecamatan Siantar Marihat, Senin (13/2/2012) gagal dilakukan.

Praktek operasi tersebut bertepatan dengan kujungan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sumatera Utara, Parlindungan Purba beserta perwakilan kementerian Sosial, Nahar SH MSi.

Kehadiran pejabat ini unuk melihat operasi tulang terhadap penghuni panti rehabilitasi Harapan Jaya, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Namun sekitar 10 menit berada di ruangan operasi, Parlindungan dan rombongan dari Kementrian Sosial, dan Dinas Sosial Pemprov Sumut keluar.

Ironisnya, pemadam ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Sehingga terpaksa pihak rumah sakit menggunakan mesin genset.

Namun karena Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar habis, maka genset tak dapat digunakan. Saat Parlindungan menelepon PLN Cabang Pematangsiantar pihak PLN menyampaikan akibat kerusakan trafo di PLN Jl Asahan.

Parlindungan meminta agar dilakukan upaya, karena sedang berlangsung pengoperasian terhadap pasien. Ia meminta pihak PLN memperhatikan sistem logistik dan dilakukan perbaikan. Menurutnya, PLN harus mempunyai planing (perencanaan) A dan B.

Parlindungan juga meminta PLN Cabang Pematangsantar harus duduk bersama dengan pemko Siantar dan Pemkab Simalungun, mengenai kebijakan yang akan diambil.

"Jangan karena mati listrik harus menunggu dua hari. Saya akan menyurati Dirut PLN, dan menyampaikan agar ada perhatian khusus pada wilayah Siantar - Simalungun," ujarnya. Mengingat posisinya di DPD menangani kelistrikan, maka harus ada kebijakan dari PLN Sumut memberikan perhatian pada Pematangsiantar, sebagai daerah kedua terbesar setelah Medan.

Kabid Keperawatan RS Harapan Suster Cipriana, mengaku jika pihaknya pada hari Minggu lalu sudah menghidupkan genset sejak malam. "Caranya terpaksa membeli solar menggunakan mobil ambulans, jika pakai drum tak akan diberikan," ujarnya.


Editor: Yulis Sulistyawan  |  Sumber: Tribun Medan
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup