- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Ibunda Andrea Hirata Pilih Televisi Hitam Putih

Laporan wartawan Bangka Pos, Wahyu K
TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Sosok ibunda tercinta, Masturah meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi Andrea Hirata. Almarhumah dikenal sebagai sosok orang tua yang selalu memprioritaskan pendidikan anak di atas segalanya.
Andrea masih ingat kala ibundanya lebih memilih televisi hitam putih ukuran 14 inchi demi menghemat uang untuk pendidikan anak-anaknya. Padahal saat itu, televisi berwarna sudah cukup populer.
Di mata Andrea, almarhumah Masturah merupakan sosok yang tak pernah mengeluh. Ia menuturkan, almarhumah sebenarnya tak terlalu berharap banyak anak-anaknya menjadi terkenal. Sang ibunda hanya ingin anak-anaknya bisa menjadi seorang muslim yang baik.
"Beliau senang anaknya jadi gini-gini, tapi yang paling penting itu adalah menjadi orang Islam yang baik, itu baru prestasi bagi beliau," ungkap Andrea kepada Bangkapos.com, Senin (13/2/2012).
Andrea mengaku tidak mendapatkan firasat sebelum ibundanya meninggal dunia. Hanya saja, Sabtu (11/2/2012) sehari sebelum kepergian ibunya, Andrea merasakan keinginan yang besar untuk pulang ke rumah. Andrea yang kala itu masih di Jakarta menuliskan rasa rindunya pada rumah dan orang tua ke dalam sebuah lagu berjudul 'Ku Ingin Pulang'.
"Baru selesai hari Sabtu diciptakan, Minggu siang, meninggal, terus memang harus pulang rupanya, memang saat menciptakan lagu itu rasanya ingin pulang gitu, liat ibu, liat orang tue," ujar Andrea.
Seperti diberitakan sebelumnya, Masturah meninggal pada hari Minggu (12/2/2012) pukul 13.00 WIB. Pihak keluarga sempat kaget lantaran almarhum sebelum meninggal tidak menunjukkan gejala sakit.
Masturah lahir di Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung Kabupaten Beltim tahun 1925, dan meninggalkan 11 orang anak dan suaminya, Seman. Ratusan pelayat mengiringi kepergian almarhumah ke peristirahatan terakhir di pemakaman umum Cempaka Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Diantaranya, Bupati Beltim, Basuri T Purnama, Bupati Belitung Darmansyah Husein, eksekutif produser Mizan Production Aves, GM PT Pelindo II Tanjungpandan, Mohammad Iqbal, Manajer Galery KUMKM Belitung Sulaiman, Pimpinan Belitung Island Tour n Travel, Kusumah Kosasih.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

