- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Demokrat Harus Sungguh-sungguh Lakukan Pembersihan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengingatkan, konsolidasi dan pembenahan wajib dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh para kader Partai Demokrat.
"Kesempatan ini tinggal beberapa bulan pada tahun ini. Kalau kesempatan ini tidak digunakan secara seksama, jeli, dan cerdas Partai demokrat akan menuai hal yang tidak baik dalam Pemilu 2014 nanti," ujar Siti ketika dihubungi wartawan, Selasa (14/2/2012).
Harapan publik kata Siti misalnya, dapat tercermin dari hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang menempatkan Partai Demokrat di urutan pertama. Dalam survei itu, Partai Demokrat masih mendapatkan dukungan publik sebesar 12,6 persen, disusul oleh Partai Golkar 10,5 persen dan PDI Perjuangan 7,8 persen.
"Dalam masa konsolidasi dan pembenahan internal partai para kader berhenti saling melempar argumen dan intrik karena hal itu akan dinilai oleh publik. Apa yang terjadi di dalam partai, selesaikan di dalam. Jangan dikeluarkan ke publik," jelasnya.
Oleh karena itu, kata Siti, pimpinan dan kader partai harus membuktikan ke publik bahwa Partai Demokrat bersungguh-sungguh dan konsisten melakukan pembenahan internal sehingga masih layak dipercaya dalam Pemilu 2014.
"Ini yang harus dibuktikan bahwa ternyata ada konsolidasi dan pembenahan di Partai Demokrat yang diikuti bukti-bukti konkret," ujarnya.
Siti menduga adanya masalah belakangan ini karena gerakan-gerakan yang menyudutkan Partai Demokrat sangat tangkas dan luar biasa.
Partai Demokrat, kata Siti, seolah merelakan selalu diserang oleh isu-isu miring dari lawan politik yang melihat peluang untuk menjatuhkan citra partai. Itu mengapa, kata Siti, konsolidasi dan pembenahan partai harus tuntas dilakukan.
"Bila konsolidasi dan pembenahan partai tak dilakukan secara sungguh-sungguh lawan-lawan politik Partai Demokrat akan terus mencari kesempatan untuk menjatuhkan citra partai di mata publik," ucap Siti.
Siti mencontohkan, misalnya, tudingan yang terus-menerus dilancarkan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin terhadap Ketua Umum Anas Urbaningrum sebetulnya hanya pintu masuk untuk menjatuhkan citra Partai Demokrat.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

