Rebutan Harta Ade Namnung
Ramon Ogah Bicarakan Konflik dengan Ibunda Ade Namnung
Ramon Papana tidak mau membicarakan perseteruannya dengan ibunda Ade Namnung, Hariningsih dan adiknya Rizal Prazetyo di pemakaman
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ramon Papana tidak mau membicarakan perseteruannya dengan ibunda Ade Namnung, Hariningsih dan adiknya Rizal Prazetyo di pemakaman Ade Namnung, di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur. Ramon tidak ingin masalah tersebut didengar oleh mendiang Namnung.
"Tapi saya sekarang berusaha baik-baik saja. saya maunya ngobrolnya di sini (luar area makam). Saya nggak mau Ade sampai tahu, kalau saya dilaporkan. Saya cuma mau bilang, saya seorang ayah yang sayang sama anaknya, cinta sama anaknya. Kemudian anak saya cinta sama saya. Tolong jangan diganggu. Nanti deh kita bicara," ucap Ramon Papana, Selasa (14/2/2012), di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur.
Untuk sementara, Ramon tampaknya tidak mau mengungkit masalah tersebut. Sebab, ia masih berduka setelah ditinggal pergi oleh pria bernama asli Syamsul Effendi itu. Rupanya, ia lebih memilih untuk berdoa ketimbang sibuk meladeni keluarga Namnung.
"Saya bukannya nggak mau bereaksi. Waktu itu, saya sempat muncul sebentar, itu juga atas izin Namnung," ucapnya.
Ya, nama Ramon muncul ketika Namnung sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Ia juga sering menjadi sumber bagi wartawan untuk mengetahui kondisi Namnung saat menjalani perawatan.
Perseteruan itu terjadi setelah keluarga Namnung menyambangi kediaman Ramon di kawasan Sentul. Saat itu, Ramon menuturkan bahwa keluarganya datang menanyakan harta yang ditinggalkan Namnung semasa hidupnya. Keluarga Namnung tampak memaksakan kehendaknya itu kepada Ramon.
Namun, hal itu dibantah oleh pihak keluarga dan mengatakan maksud kedatangannya itu untuk minta KTP. Mengenai adanya pot yang jatuh merupakan unsur ketidaksengajaan, bukan sebuah intimidasi.