Kamis, 24 Mei 2012
Tribunnews.com

SBY: Mestinya, FPI Bertanya Kenapa Ditolak

Tribunnews.com - Selasa, 14 Februari 2012 00:23 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
SBY: Mestinya, FPI Bertanya Kenapa Ditolak
Kurnia Prastowo Adi/Tribun Jambi/Kurnia Prastowo Adi
Presiden SBY. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan mestinya kejadian penolakan warga membuat Front Pembela Islam (FPI) di Kalteng berintrospeksi.

“Mestinya bertanya kenapa yang boleh melaksanakan kegiatan di Kalimantan, tapi saudara-saudara kita yang ada di FPI justru seolah-olah ditolak. Atau tidak diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan disana,” ujar SBY saat tanya jawab dengan wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2012) malam.

Menurut SBY, kejadian di Kalteng harusnya membuat organisasi massa mengerti, ternyata kegiatan yang dilakukan itu membikin tidak nyaman bagi sebagian kalangan di negeri ini.

Memang, diakui SBY, organisasi yang ada di Indonesia atas nama kebebasan, bisa saja melaksanakan sejumlah kegiatan, diantaranya bisa saja mendirikan cabang-cabang organisasnya di mana saja. Itu adalah hak organisasi. Namun itu semua harus tetap berpatokan agar kegiatan organisasi tersebut tidak bertentangan dengan Undang-undang dan tidak melanggara peraturan.

Lebih lanjut SBY mengatakan dirinya sudah menerima laporan dari Gubernur Kalteng mengenai kejadian tersebut. SBY sudah berkomunikasi bersama Menkopolhukam dan Kapolri, agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah kejadian ini merembet ke masalah lain.

Sementara itu, terkait penolakan pendirian cabang Front Pembela Islam di Kalimantan Tengah oleh ratusan masyarakat, yang berujung pada pengusiran utusan FPI pusat Sabtu 11 Februari 2012 lalu, Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan FPI mestinya introspeksi diri.


Penulis: Srihandriatmo Malau  |  Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup