Mafia Anggaran
Nudirman Munir: 'Nyanyian' Wa Ode Selamatkan PAN
Politisi Nudirman Munir mempertanyakan sikap KPK, yang akan memeriksa kader Golkar terkait dugaan suap alokasi anggaran PPID 2011.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Nudirman Munir mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang akan memeriksa kader Golkar terkait dugaan suap alokasi anggaran percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID) tahun 2011.
"Keterlibatan Golkar urusan apa dulu. Dulu memang pimpinan Badan Anggaran pak Harry Azhar, lalu pak Melchias tapi tidak pernah ada konspirasi macam-macam," ujar Nudirman di gedung DPR, Jakarta, Rabu(15/2/2012).
Nudirman sendiri namanya juga disebut-sebut Wa Ode Nurhayati tersangkut kasus korupsi PPID. Menyusul hal tersebut, Anggota Komisi Hukum DPR ini membantah dengan tegas pernyataan Wa Ode.
Menurutnya, dirinya tidak kenal sama sekali dengan Wa Ode, sehingga tidak ada korelasinya dengan suap alokasi anggaran PPID 2011. "Saya kenal juga enggak, mau ada hubungan apa, darimana konspirasinya," jelasnya.
Nudirman sendiri menduga Wa Ode 'bernyanyi' agar partainya tidak ikut terseret dalam pusaran arus korupsi PPID. "Supaya jangan menyebar kemana-mana. Agar PAN tidak kena, merasa sulit dia menolak sesuatu waktu itu,"pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Wa Ode Nurhayati angkat bicara. Politisi PAN ini menyebut ada permainan dari lingkaran Golkar di proyek banggar. Orang-orang Golkar yang dituding oleh Wa Ode terlibat adalah dua kader Partai Beringin itu Haris Surahman dan Fahd Arafiq. Dua orang pengusaha itu diduga terkait dalam pemberian uang senilai Rp 6 miliar ke rekening Wa Ode.
Arafiq sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sedangkan Haris sudah dicegah ke luar negeri.
Selain dua pengusaha yang terlibat langsung dalam kasus itu, Wa Ode juga menuding adanya keterlibatan Ketua Badan Anggaran Melchias Mekeng dan anggota DPR Nudirman Munir.
"Kawan-kawan kan tahu siapa Haris ini kader mana, Saudara Fahd ini kader mana, mereka dari tempat yang sama dengan Mekeng dan Nudirman," tutur Wa Odde usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2012) kemarin.
KPK sendiri memastikan dengan adanya pernyataan Wa Ode tersebut tidak menutup kemungkinan nama-nama yang disebut akan diperiksa.