Timnas Indonesia
Miris! Timnas Berlatih di Sentul di Lapangan Milik Jepang
miris melihat nasib pemain Timnas yang harus berpindah-pindah tempat kala menggelar Traning Center
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin mengaku miris melihat nasib pemain Timnas yang harus berpindah-pindah tempat kala menggelar Traning Center (TC) guna mempersiapkan pertandingan internasional. Kenyataan pahit itu lantaran PSSI hingga kini belum jua memiliki lapangan khsusus buat Timnas.
Saat melakukan peninjauan lokasi yang akan dijadikan sport center bag Timnas di Purwakarta, Djohar mengatakan, mau tak mau, PSSI harus menyediakan lapangan sendiri yang diintegrasikan dengan pusat olahraga bagi pemain Timnas di semua jenjang usia hingga senior.
"Terus terang kami tidak punya lapangan untuk berlatih. Saat ini Timnas U-23 susah dapat lapangan. Akhirnya dapat di Sentul, tapi sedihnya ternyata yang punya orang Jepang. Kelihatannya lucu, kita yang pribumi tidak punya lapangan," paparnya saat meninjau Stadion Purnawarman, Purwakarta, Senin (20/2/2012).
Pemilihan Sentul sebagai tempat TC tak lepas dari biaya yang ditanggung PSSI untuk menyewa lapangan C, Senayan, Jakarta cukup besar yakni Rp 100 juta per bulan.
Uang sebesar itu dirasa mubazir, karena tidak setiap bulan timnas melakukan TC di lapangan C.
"Oleh karena itu kami memerlukan fasilitas, dan itu terdapat di Purwakarta, sport center yang bukan hanya untuk Timnas, tapi futsal dan pelatihan wasit," paparnya.