Banjir Benenain Terjang 5 Desa di Belu
Hujan deras di wilayah Oekopa, TTU dan sebagian di daerah Kecamatan Rinhat, Belu menyebabkan terjadi luapan banjir di Sungai Benenain.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon
TRIBUNNEWS.COM,ATAMBUA - Hujan deras di wilayah Oekopa, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan sebagian di daerah Kecamatan Rinhat, Belu menyebabkan terjadi luapan banjir di Sungai Benenain, wilayah selatan Kabupaten Belu, NTT, Rabu (22/2/2012) sekitar pukul 01.00 Wita.
Banjir menghantam tanggul yang sudah dibangun sepanjang 85 meter tahun 2011 lalu hingga jebol.
Banjir setinggi 1,20 meter itu menerjang 5 desa yakni, Desa Sikun, Desa Fafoe, Desa Umatoos, Desa Oanmane dan Desa Lasaen.
Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa dan total kerugian harta benda masih dalam pendataan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu.
Kepala BPBD Kabupaten Belu, Fredrik Andrada, S.SoS, ketika dikonfirmasi Pos Kupang di Atambua, Rabu (22/2/2012) membenarkan soal banjir Benenain.
Fredrik menjelaskan, terkait dengan bencana luapan banjir Benenain yang dialami warga di 5 desa di selatan Belu itu, pihaknya setelah mendapat laporan dari pemerintah desa setempat, langsung siaga dengan mengirim tim khusus ke lokasi.
Dari hasil pendataan sementara tim di lapangan, luapan banjir ini akibat dari tanggul yang pernah dibangun jebol sehingga masuk ke kawasan pemukiman penduduk.
Dari keterangan sementara yang diterimanya, kata Fredrik, luapan banjir pada Rabu (22/2/2012) malam setinggi 1,20 meter dan saat ini mulai berangsur-angsur surut hingga mencapai ketinggian 20-50 centimeter.