Rabu, 10 Juni 2026

Pemerintah Harus Selamatkan 37 TKW Jadi Budak

PDI Perjuangan meminta pemerintah segera menyelamatkan 37 Tenaga Kerja Wanita(TKW)

Tayang:
Editor: Taryono

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- PDI Perjuangan meminta pemerintah segera menyelamatkan 37 Tenaga Kerja Wanita(TKW) yang saat ini diperlakukan seperti budak di negara-negara Timur Tengah. Mereka tersebar di beberapa negara: Saudi Arabia, Jordania, Syria, Libya, Mesir, Kuwair dan Qatar.

"PDIP menuntut Pemerintah/Deplu menginisiasi pembentukan dan memimpin pokja khusus yang bekerja bagi penyelesaian kasus-kasus WNI yang terjebak praktik perbudakan,"ujar Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, dalam siaran persnya, Jumat(24/2/2012).

Menurut Eva, kelompok kerja TKI menerima laporan dari para orangtua TKW bahwa para anak mereka sudah habis masa kontrak kerjanya (berangkat tahun 2007).

Hanya saja, kata Eva, mereka tidak diperbolehkan pulang oleh majikan, yang mengenaskan, para majikan tidak memberi gaji ke mereka sejak dari pertama mereka bekerja. Perlakuan perbudakan, lanjut Eva, terhadap para perempuan Indonesia tersebut harus segera diakhiri karena tidak sesuai dengan martabat bangsa dan negara yang berdaulat.

Lebih jauh Eva menambahkan ada tiga di antara 37 TKW yang sudah melakukan pengaduan.

Mereka adalah Sritati binti Trisno. Nomor Paspor AB 358116 di Syria. Kedua, Novi binti Danuji Nomor paspor P 788370 berada di kantor Bijri al joud, majikan bernama Mr Muhammad Agra di Syria.

"Keduanya berangkat dari Indonesia pada tahun 2007. Lalu, ketiga, Aslia binti Sarmani, Nomor Paspor AH 605095 dan sejak 2006 bekerja di Jordania,"pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved