Wapres: Tarif Listrik Naik agar PLN Ekspansi
Tarif Listrik Naik agar PLN Ekspansi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) bertujuan agar keuangan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sehat. Sehingga perusahaan plat merah berlambang petir ini bisa melakukan ekspansi.
“Harus punya kondisi keuangan yang baik, ini supaya PLN bisa melakukan ekspansi,” kata Boediono, di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (20/3/2012).
Boediono mengatakan, diperlukan adanya penyesuaian TDL untuk ekspansinya. serta memerlukan syarat keuangan yang baik.
“Untuk status kondisi keuangan PLN ini diperlukan, berapa bunganya, yang harus bayar. Tergantung kondisi keuangan,” jelas Wapres.
Selain itu, subsidinya pun tidak akan membengkak seperti yang terjadi selama ini.
Kebutuhan subsidi listrik tahun ini diperkirakan mencapai Rp89,55 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan proyeksi dalam APBN 2012 sebesar Rp40,45 triliun.
Sebelumnya, Jarman, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mengatakan angka subsidi tersebut sudah termasuk rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 3% per triwulan yang akan dilaksanakan bertahap mulai Mei 2012.
Terkait hal itu, Boediono mengusulkan agar kembali diusulkan kenaikan TDL. Sehingga ekspansi dan kesehatan kondisi keuangan PLN pun bisa dilakukan.
Sekedar informasi, Pemerintah dan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat bersepakat untuk menunda rencana kenaikan tarif dasar listrik tahun ini hingga waktu yang belum ditentukan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan pemerintah dan DPR sudah ketok palu untuk menunda rencana kenaikan TDL yang rencananya akan dilakukan 3% secara bertahap sepanjang tahun ini.
"Tadi sudah ketok palu, kenaikan TDL ditunda. Sampai kapan nanti kita lihat. Kalau sudah tenang, kalau ekonomi tumbuh baik, baru pelan-pelan kita bahas lagi TDL," ujarnya sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, Kamis pekan lalu.