Kisah The Hunger Games Terinspirasi Perang Irak
Film 'The Hunger Games' mulai dirilis di seluruh dunia, Kamis (22/3/2012). Kisahnya ini terinspirasi perang irak.
TRIBUNNEWS.COM - Film 'The Hunger Games' mulai dirilis di seluruh dunia, Kamis (22/3/2012). Para kritikus film Amerika memprediksikan film ini bakal meraih kesuksesan besar. Namun siapakah sosok dibalik suksesnya 'The Hunger Games'?
Adalah Suzanne Collins, sang novelis trilogi 'The Hunger Games'. Sebelum diadapatasi dalam bentuk film, seri pertama novel 'The Hunger Games' yang dirilis pada September 2008 itu sudah mendapatkan respon positif dari banyak orang, khususnya kalangan anak muda.
Hal itu terbukti ketika novel 'The Hunger Games' masuk dalam daftar The New York Times Best Seller selama hampir 60 minggu. Novel lanjutannya, 'Catching Fire' dan 'Mockingjay' masing-masing dirilis pada tahun 2009 dan 2010.
Cerita 'The Hunger Games' mengangkat kisah muda-mudi yang harus bertarung satu sama lain dalam sebuah pertandingan berkonsep reality-show sebagai konsekuensi berkuasanya pemerintahan tirani pada masa pasca apokaliptik.
Lalu apa yang menginspirasi wanita kelahiran tahun 1962 ini untuk menulis cerita semacam itu? Ibu dua anak ini mengaku perang Irak dan tren reality-showlah yang menginspirasinya dalam menulis kisah'The Hunger Games'.
"Saya menonton banyak reality-show yang memperlihatkan para anak muda bertanding demi jutaan dolar. Lalu, saya melihat gambar-gambar perang Irak," kata Suzanne seperti yang dikutip dari ABC News, Kamis (22/3/2012).
"Dua gambar itu bercampur di pikiran saya, dan itu momen dimana saya mendapatkan ide cerita tentang Katniss," tambah lulusan Alabama School of Fine Arts ini tentang Katniss, tokoh utama cerita yang dalam film diperankan oleh nominator Academy Awards 2011 Jennifer Lawrence.
Dibalik respon positif dari masyarakat luas dan kritikus film, cerita 'The Hunger Games' sendiri juga tak lepas dari kritikan. Ceritanya dianggap terlalu mengekspos adegan kekerasan dan tak cocok untuk dibaca anak muda.
Namun Suzanne yang Ayahnya adalah veteran perang Vietnam menampik bahwa lewat 'kekerasan' tersebut ia ingin mengajak semua anak muda untuk berpikir secara kritis tentang kebijakan pemerintah serta kebrutalan dan kekerasan yang semakin melekat dalam kehidupan masyarakat saat ini.
"Apa pendapatmu tentang keputusan yang dibuat oleh pemerintah dulu dan sekarang, atau pemerintah di seluruh dunia?," tanya Suzanne lewat sebuah video di YouTube.
"Seperti apa hubunganmu dengan reality-show versus hubunganmu dengan berita? Apakah salah satu diantaranya mempengaruhimu karena itu berhubungan dengan aspek kehidupanmu?," tanyanya lagi seraya mengajak anak muda untuk bisa lebih bijak dalam mengambil sisi-sisi kemanusiaan dari setiap tayangan TV yang mereka tonton.
Lewat pertanyaan itu, ia tak hanya mengajak anak muda, khususnya para pembaca 'The Hunger Games' untuk sekedar berpikir kritis saja, tapi Suzanne mengajak 'kekritisan' tersebut direalisasikan dalam sebuah tindakan. "Lalu tindakan apa yang bisa kamu buat?" tanya Suzanne di akhir video itu.(Tribunnews.com,/Daniel Ngantung)