Sabtu, 13 Juni 2026

Habis Operasi, Wanda Gigit Jempol

BAYI kembar siam Wanda Nugraha dan Wandi Dunyandi sempat menjadi perhatian masyarakat

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Jabar  Siti Fatimah

TRIBUNNEWS.COM - BAYI kembar siam Wanda Nugraha dan Wandi Dunyandi sempat menjadi perhatian masyarakat. Keduanya dilahirkan secara normal pada 21 September 2010 pukul 08.45 di rumahnya di Kampung Cijagra RT 13/05 Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Hanya berselang beberapa hari, keduanya langsung mendapat perawatan di NICU RS Hasan Sadikin Bandung.

Kini keduanya, sudah terpisah melalui operasi. Kondisi Wanda dan Wandi sendiri semakin baik. Menurut Kepala Humas dan Protokoler RS Hasan Sadikin Bandung, dr Tengku Dzumala, secara umum kondisi Wanda dan Wandi sudah membaik. Dari hasil pemeriksaan akhir Kamis (22/3) pagi, suhu tubuhnya sudah 36 derajat celcius. Keduanya juga semakin aktif.

"Sejak kemarin respirator untuk membantu napas juga sudah dilepas. secara umum kondisi keduanya mengalami kemajuan yang menyenangkan kami semua," kata Dzumala, kemarin.

Keduanya memang masih harus menggunakan selang infus untuk membantunya makan. Namun secara bertahap tim dokter akan melepas dan melatih keduanya agar bisa mengonsumsi makanan secara normal. Keduanya juga sudah beraktivitas. Hanya saja, aktivitas keduanya masih harus dilakukan di atas tempat tidur.

Wandi, bayi dengan tubuh lebih besar dan aktif memilih beraktivitas dengan menggigit jempol jari kanannya. "Keduanya masih beraktivitas di atas tempat tidur karena memang selama tujuh hari ini masih dalam pengawasan intensif.  Kondisi ini bagi mereka pasti terasa berbeda, kan biasanya mereka selalu bersama," katanya.

Meski orang tuanya, Deden Amung Sunarya (27) dan Lina Marwati (22), senang dengan suksesnya pemisahan buah hatinya itu, mereka masih harus memikirkan soal masa depan Wanda-Wandi ini.

Deden hanyalah seorang buruh yang bekerja sebagai office boy di Koperasi Cirata KBB. Deden bercerita, penghasilan sehari-harinya hanyalah Rp 30 ribu yang dibayarkan setiap bulannya. Dengan penghasilan itu, ia memang bisa menghidupi istri serta terkadang membantu orang tuanya yang masih tinggal satu atap dengannya. Ia dan istrinya tidak menyangka ketika mendapat anak kembar, bahkan berdempet satu sama lain. Kesulitan mulai ia rasakan, ketika si kembar dirawat di RSHS.

"Istri sering ke RSHS, tapi saya kadang hanya dua minggu sekali. Bahkan satu bulan sekali. Rp 30 ribu tidak cukup untuk ongkos saja, belum untuk makan istri dan saya selama di RSHS, saat-saat seperti ini saja sudah berat," kata Deden, Kamis (22/3/2012).

Karenanya ia merasa beruntung dan berterima kasih kepada RSHS, istri Bupati KBB serta pihak-pihak yang telah memberikan donasi untuk perawatan serta operasi pemisahan anaknya. Ia juga berterima kasih kepada dokter dan staf di RSHS yang kerap memberinya ongkos atau sekadar uang makan selama ia dan istrinya menengok si kembar.

Sebagai orang tua, ia senang melihat kedua anaknya mendapat perawatan yang baik selama di RSHS. Bahkan keduanya terlihat "montok" dan sehat di usia 1,5 tahun. Keadaan tersebut karena keduanya mendapatkan semua kebutuhan dari RSHS, seperti asupan makanan dengan gizi yang baik.

Bila mengingat hal tersebut, ia terkadang berpikir bagaimana bila keduanya sudah kembali ke rumah. "Pasti ada pikiran ke sana, bagaimana nanti anak saya kalau sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Selama ini kan di rumah sakit tercukupi. Dengan penghasilan saya ini, mungkin akan berbeda dalam memenuhi kebutuhan keduanya," ujarnya.

Ia dan istrinya memang berharap sekali bisa memboyong keduanya ke rumah dan hidup normal seperti rumah tangga lainnya. Masalah mencukupi kebutuhan si kembar, sebagai orang tua, Deden ingin memberikan yang terbaik.

Ia dan istrinya belum tahu bagaimana cara mendapat tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari termasuk kebutuhan si kembar.
Terlebih si kembar juga butuh susu formula. "Ingin sih ingin punya warung kecil karena istri juga nggak kerja, tapi bagaimana punya warung, untuk hidup saja dicukup-cukupin," katanya.

Ia hanya berharap si kembar bisa terjamin pendidikannya. Ia hanya ingin si kembar mendapat penghidupan lebih baik dari dirinya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved