Sella Buka Pameran Dengan Belalai
Sella, gajah milik Taman Wisata Candi Borobudur menjadi tamu kehormatan dalam pembukaan acara visual
Laporan Reporter Tribun Yogya/ Singgih Wahyu Nugrah
TRIBUNNEWS.COM MAGELANG, -Sella, gajah milik Taman Wisata Candi Borobudur menjadi tamu kehormatan dalam pembukaan acara visual art exhibition Brave Art di Limanjawi Art House, Borobudur, Magelang, Minggu, (1/4). Hewan bertubuh besar tersebut menunjukkan ketrampilannya melukis di atas kanvas. Setelah puas menggoreskan kuas dengan belalainya, hewan tersebut segera membuka pintu ruang pamer sebagai pertanda resmi dibukanya pameran.
Selain Sella, ada tiga gajah lain yang mendampinginya yaitu Molly, dan Echa. Sebelum membuka pameran, ketiga gajah tersebut diarak dari penginapan Pondok Tingal menuju lokasi acara dengan jarak sekitar 1km. Turut dalam kirab tersebut beberapa kesenian tradisional masyarakat setempat. Tak pelak, kehadiran tiga gajah betina tersebut menarik perhatian masyarakat sepanjang rute kirab.
"Kami sangat ingin belajar banyak dari seekor gajah yang luar biasa. Dia sangat cerdik, pintar dan bisa memberi pelajaran berharga bagi kita semua. Mereka ini juga varian dari gajah Indonesia yg harus kita jaga kelestariannya," ujar Umar Husaeni dari Limanjawi Art House yang juga ketua Komunitas Seniman Borobudur- Yogyakarta (KSBY).
Limanjawi, disampaikan Umar, memiliki arti gajah jawa." Liman itu gajah, jawi itu jawa. Pada intinya kita ingin gajah terlestarikan di indonesia," imbuhnya.
Menurut Umar, pembukaan pameran yang dilakukan seekor gajah baru pertama kali ini dilakukan di Indonesia. Karena itu, pihaknya berencana mencatatkan peristiwa tersebut di Museum Rekor Indonesia (MURI).
"Setelah acara ini, nanti akan kami buat berita acara dan menyampaikannya ke museum. Bapak Jaya Suprana sudah mengonfirmasi bahwa ini yang pertamakali dan akan dicatatkan di museum," tuturnya.
Pameran Brave Art akan berlangsung dari 1 April-9 Mei 2012. Menampilkan sekitar 21 lukisan dari 7 seniman. Di antaranya Awi Ibanezta, M. Ghovir, Tunarno, Damtoz Andreas, Budi Widaryatno, Katirin, dan Klowor Waldiyano.
Disampaikan Umar, konsep Brave Art adalah sebagai manifesto tekad keberanian hati seniman. Para seniman tersebut harus berani berkarya dalam segala kondisi. "Berkarya harus dari hati sebenarnya, bukan hanya karena dorongan dan tuntutan pasar semata," tandasnya.