Seorang Staf Jadi Target Penembakan di California
Kepala polisi Oakland Howard Jordan mengatakan tersangka memang bertekad membunuh.
TRIBUNNEWS.COM CALIFORNIA -Kepala polisi Oakland Howard Jordan mengatakan tersangka memang bertekad membunuh.
Orang yang diduga menembak mati tujuh orang dan melukai tiga orang lainnya di universitas di Oakland, Kalifornia, Amerika Serikat, menurut BBC News mencari sasaran seorang petugas administrasi, menurut polisi setempat.
Kepala Kepolisian Oakland, Howard Jordan, mengatakan pria bersenjata yang bernama One Goh itu menembak mati secara random saat menyadari bahwa staf universitas yang ia cari tidak berada di sana.
Penembakan terjadi hari Senin (02/04) di Universitas Oikos.
Tersangka berusia 43 tahun adalah mantan mahasiswa dan menyerahkan diri di satu supermarket di kota Alameda.
Pelaku tiba di universitas dengan maksud untuk mencari petugas administrasi.
"Ia kemudian masuk ke seluruh gedung universitas dan secara acak menembaki orang," kata Jordan kepada televisi ABC News.
"Kami mengetahui bahwa tersangka marah dengan petugas adminstrasi. Ia juga marah pada para mahasiswa pada zamannya yang dianggap tidak memperlakukannya dengan baik," kata Jordan.
Jordan menggambarkan tersangka sebagai orang yang "agak kacau, penuh kalkulasi dan punya tekad," dan bahwa ia memang bermaksud membunuh orang.
One Goh dikeluarkan dari universitas itu beberapa bulan sebelumnya.
Lima orang meninggal di tempat kejadian dan dua lainnya saat tiba di rumah sakit. Dua korban lain masih dirawat dan dalam kondisi stabil.
Menurut kepala polisi, korban penembakan berusia antara 21 sampai 40 tahun.
Mahasiswa Universitas Oikos sebagian besar berasal dari Korea dengan mata kuliah terutama di bidang teologi dan keperawatan