Golkar Bantah Minta Kursi Menteri ke SBY
Fadel menegaskan, kursi menteri bukan segalanya bagi Golkar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad, membantah partainya meminta jatah kursi menteri ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai timbal balik dukungan kenaikan harga BBM di DPR.
"Golkar tidak berpikir memenangkan opsi untuk imbalan kursi menteri. Kami menghendaki penundaan kenaikan BBM," ujar Fadel, Minggu (8/4/2012).
Fadel menegaskan, kursi menteri bukan segalanya bagi Golkar. Yang utama bagi Golkar, paparnya, adalah program-program pemerintah yang pro rakyat. Sejauh ini, ungkapnya, belum ada tawaran kursi menteri yang mampir ke Golkar.
"Partai Golkar tidak gila kekuasaan, tidak rakus kekuasan. Bagi Partai Golkar, yang penting adalah pemerintahan SBY bisa berjalan baik hingga 2014," imbuh Fadel.
Fadel menegaskan, perombakan kabinet dan penunjukan menteri merupakan hak prerogatif Presiden SBY, jika Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikeluarkan dari koalisi.
"Dari pertama (PKS) tidak menghendaki kenaikan BBM. Jadi, tetap di koalisi," tukasnya.
Fadel juga membantah bahwa Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical, diberi mandat oleh SBY untuk mengumumkan 'diusirnya' PKS dari koalisi.
"Bohong itu. Itu tidak pernah. Kami enggak mau diadu dengan PKS," cetusnya. (*)