Kali Malang Meluap, Warga Jember Kebanjiran
Banjir yang menggenangani sejumlah ruas jalan utama di wilayah Kota Madiun dan merendam
Laporan Wartawan Surya, Sudarmawan
TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Banjir yang menggenangani sejumlah ruas jalan utama di wilayah Kota Madiun dan merendam ratusan rumah warga membuat warga panik. Pasalnya, banjir yang menggenangi jalan utama itu, mencapai 0,75 meter. Sedangkan banjir yang menggenangi ratusan rumah warga, mencapai 1 meter lebih.
Dampaknya, sebagian jalur utama ditutup selama hampir 3 jam, untuk mengurangi angka kemacetan dan mogoknya kendaraan roda 2 dan 4 yang memaksanakan diri melintasi jalur utama yang tergenang air banjir tersebut.
Sejumlah ruas jalan yang tergenang banjir dan ditutup itu, diantaranya ruas jalur utama JL Diponegoro (Depan Pom Bensin Joyo), Jl S Parman, Jl Anggrek dan Jl Ploso. Sedangkan, ratusan rumah warga yang tergenang banjir itu, dikelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun yang ketinggiannya mencapai 1 meter lebih.
Diduga banjir besar itu, disebabkan luapan sungai Kali Maling yang mengalami pendangkalan. Selain itu, semakin banyak berdirinya mega super market di sepanjang aliran sungai Kali Maling tersebut.
"Kami terpaksa menutup jalan Diponegoro depan Pom Bensin untuk mengurangi angka kemacetan. Semua kendaraan yang melintas dialihkan ke jalur lain," terang petugas BPBD Kota Madiun yang bersegaram BPDB Kota ini kepada wartawan Surya, Sabtu (7/4/2012) malam.
Salah seorang korban banjir, Haswito (61) warga RT 20, RW 05, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun mengatakan air masuk ke rumah - rumah pemukiman padat penduduk sejak pukul 18.00 WIB.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Agus yang dihubungi melalui ponselnya tidak memberikan jawaban sama sekali saat ditanya jumlah rumah terkena dampak banjir dan bantuan yang diserahkan dari BPBD untuk para korban banjir.