JK Bisa Diambil Demokrat
Menurut Darwis, bila dibandingkan dengan calon presiden yang ada, JK tidak kalah kualitas ketokohan.
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Muhammad Darwis mengatakan, bila berpatokan pada psikologi elit Golkar saat ini, sulit untuk tidak mencalonkan Aburizal Bakrie alias Ical sebagai calon presiden.
Artinya, peluang Jusuf Kalla (JK) untuk mengendarai partai Golkar sudah tertutup, kecuali bila terjadi sesuatu pada Ical.
"Namun, JK tidak akan kehabisan dukungan dari partai-partai lain, misalnya PPP. Atau, kemungkinan Partai Demokrat (PD) juga akan melirik beliau, bila prahara politik PD tidak berhenti menggoyangnya, apalagi bila ketumnya, Anas Urbaningrum dijadikan tersangka oleh KPK kelak," kata pria asal Bone kepada Tribun Timur via telepon selularnya, Selasa (10/4/2012)
Tentu, lanjutnya, PD akan mencari figur yang dapat memberi garansi politik untuk kelangsungan dominasi dan kekuasaan yg sudah dimiliki, baik di parlemen maupun di eksekutif.
"Bila JK bisa memberikan garansi itu, PD tentu akan menimbangnya untuk dijadikan capres dan dipasangkan dengan kader Demokrat," imbuh Darwis.
Partai Golkar, papar mantan anggota KPU Sulsel, tentu tidak akan solid mendukung Ical. Karena, dalam pilpres, ketokohan sangat berperan besar.
Menurut Darwis, bila dibandingkan dengan calon presiden yang ada, JK tidak kalah kualitas ketokohan. Bahkan, saat ini rakyat merindukan model kepemimpinan JK, di tengah 'kegalauan' dan ambivalensi sikap para pemimpin dan elit partai.
Karena itu, tutur Darwis, pernyataan JK bersedia menjadi calon presiden, memberi harapan bagi rakyat yang sudah tidak puas dengan keadaan kepemimpinan nasional saat ini. (*)