Pesawat Trigana Air Ditembak di Papua
Polisi Olah TKP, Bandara Mulia Papua Masih Ditutup
Pascapenembakan pesawat Twin Otter milik Trigana Air di Jayapura, Papua,bandara Mulia hingga saat ini masih ditutup
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pascapenembakan pesawat Twin Otter milik Trigana Air di Jayapura, Papua,bandara Mulia hingga saat ini masih ditutup. Penutupan dilakukan karena pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Tim kami dari Polda Papua, masih terus mencari petunjuk untuk mengungkap pelaku penembakan. Informasi yang kami terima, hingga saat ini bandara Mulia masih ditutup untuk umum sementara ini," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/4/2012).
Hasil Olah TKP pihak kepolisian hingga saat ini, kata Boy belum menemukan proyektil yang digunakan untuk menembak pesawat tersebut.
"Sementara berdasarkan hasil Olah TKP belum ditemukan proyektil, termasuk yang dipesawat, maupun hasil otopsi, belum berhasil ditemukan proyektilnya," ungkapnya.
Selain itu, pihak kepolisian yang dibantu TNI masih terus memburu pelaku penembakan. Menurut Boy, para pelaku diduga kuat lari ke daerah hutan sehingga menyulitkan aparat untuk melakukan pengejaran.
"Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melakukan penembakan dengan didukung TNI untuk melakukan pengejaran. Pelaku lari ke arah hutan," kata Boy.
Sebelumnya, pesawat jenis Twin Otter milik Trigana Air bernomor penerbangan PK-YRF ditembak Orang Tak Dikenal di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Pesawat yang terbang dari Nabire menuju Mulia itu tersebut menyeruduk gudang setelah ditembak kelompok bersenjata.
Akibat peristiwa tersebut, penumpang lima orang terluka dan satu meninggal dunia karena luka tembak di leher.