Dani Pedrosa Tak Suka Main Sepakbola
Dani Pedrosa pasti menjalani rutinitasnya sebagai seorang pebalap MotOGP, ketika musim kompetisi sudah mulai bergilir, seperti sekarang ini.
TRIBUNNEWS.COM, DOHA - Dani Pedrosa pasti menjalani rutinitasnya sebagai seorang pebalap MotOGP, ketika musim kompetisi sudah mulai bergilir, seperti sekarang ini. Tekanan dan kesibukan pasti mewarnai hari-hari pebalap Repsol Honda tersebut.
Nah, Pedrosa harus bisa mengatasi semua kendala itu, sehingga dirinya tetap bisa fokus menghadapi balapan. Karena itu, pria berusia 26 tahun tersebut memanfaatkan setiap waktu luang dengan sebaik-baiknya untuk menghilangkan kepenatan.
"Untuk relaksasi, biasanya saya ke bioskop. Jika tidak, saya berkumpul dengan teman-teman. Intinya, saya ingin membuat hidup ini menjadi sederhana, tak perlu dibikin susah," ujar Pedrosa, dalam wawancara di hospitality Repsol Honda, Sabtu (7/4/12), jelang kualifikasi GP Qatar akhir pekan lalu.
Pria kelahiran Sabadell, Catalonia, Spanyol, pada 29 September 1985 ini juga berbicara tentang tempat favorit untuk liburan. Mantan juara dunia kelas 125 cc dan 250 cc ini sangat menyukai laut dan pantai. Sayang, dia tak punya rencana untuk mengadakan liburan di Indonesia, negeri yang kaya akan pemandangan laut nan indah, meskipun dia sudah dua kali ke Tanah Air.
"Saya sangat menyukai pantai dan laut, tetapi saya tidak punya rencana liburan ke Indonesia. Saya menginginkan liburan di keliling Eropa, bersama mama," tambah Pedrosa, yang mengaku tak terlalu menyukai sosial media. "Saya menggunakan internet, tetapi tidak ada sosial media. Saya tak memiliki Facebook dan Twitter," jelasnya.
Penggemar berat Barcelona
Sebagai seorang Catalonia sejati, Pedrosa sangat menggemari klub kebanggaan tanah kelahirannya, Barcelona. Pebalap bernama lengkap Daniel "Dani" Pedrosa Ramal, yang memiliki tinggi hanya 158 sentimeter dan berat 51 kilogram ini menjadikan Anders Iniesta sebagai pemain idola.
"Di samping itu, saya juga menyukai Xavi (Hernandez), dan (Lionel) Messi. Tetapi saya jarang menonton secara langsung pertandingan bola, karena saya tak terlalu menyukai sepak bola," jelas peraih rekor juara dunia termuda kelas 250 cc ini.
Meskipun demikian, sepak terjang Barcelona di pentas dunia tetap diikutinya. Maka, ketika ditanya tentang peluang "The Catalan" di ajang Liga Champions dan La Liga, beginilah jawaban Pedrosa:
"Di Liga Champions, semua tim yang lolos bagus-bagus. Barcelona tetap punya peluang. Tetapi untuk Liga Spanyol, saya rasa Real Madrid berada dalam posisi yang lebih bagus untuk menjadi juara karena sudah unggul jauh," ungkapnya.
Namun kini, Barcelona semakin memberikan tekanan kepada Madrid, karena mereka hanya berselisih satu poin. Dengan masih ada laga "El Clasico" pada 21 April mendatang, bukan mustahil El Barca bisa membuyarkan impian Madrid meraih gelar juara, jika mereka memenangi duel penuh gengsi tersebut.
Sedangkan di pentas Liga Champions, saat ini Barcelona sudah menjejakkan kaki di semifinal. Raksasa Spanyol tersebut akan bertemu seterunya dari Inggris, Chelsea. Sedangkan Madrid akan menghadapi jagoan Jerman, Bayern Muenchen.