Pesawat Trigana Air Ditembak di Papua
Kapolri Harapkan Bandara Dapat Pulih Kembali
Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo menyatakan proses penyelidikan kasus terjadi penembakan pesawat Trigana di lapangan udara Mulia,
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo menyatakan proses penyelidikan kasus terjadi penembakan pesawat Trigana di lapangan udara Mulia, pada Minggu (8/4/2012) lalu tengah dilakukan.
Bukan itu saja, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pun tengah digelar tim di Papua untuk menyelidiki kejadian yang memakan satu korban tewas yakni seorang wartawan.
"Termasuk olah TKP. Tim sudah dibentuk. Semua penyelidikan dilakukan sekarang."
Kemudian, dia menerangkan Pemda di Puncak Jaya telah berkoordinasi dengan semua petugas keamanan yang ada di Papua.
"Sehingga diharapkan untuk Bandara dapat pulih kembali," harapnya.
Sebagaimana diketahui, Pascapenembakan pesawat Twin Otter milik Trigana Air di Jayapura, Papua, Bandara Mulia hingga saat ini masih ditutup. Penutupan dilakukan karena pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Tim kami dari Polda Papua, masih terus mencari petunjuk untuk mengungkap pelaku penembakan. Informasi yang kami terima, hingga saat ini bandara Mulia masih ditutup untuk umum sementara ini," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/4/2012).
Hasil Olah TKP pihak kepolisian hingga saat ini, kata Boy belum menemukan proyektil yang digunakan untuk menembak pesawat tersebut.
"Sementara berdasarkan hasil Olah TKP belum ditemukan proyektil, termasuk yang dipesawat, maupun hasil otopsi, belum berhasil ditemukan proyektilnya," ungkapnya.
Selain itu, pihak kepolisian yang dibantu TNI masih terus memburu pelaku penembakan. Menurut Boy, para pelaku diduga kuat lari ke daerah hutan sehingga menyulitkan aparat untuk melakukan pengejaran.
"Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melakukan penembakan dengan didukung TNI untuk melakukan pengejaran. Pelaku lari ke arah hutan," kata Boy.
Sebelumnya, pesawat jenis Twin Otter milik Trigana Air bernomor penerbangan PK-YRF ditembak Orang Tak Dikenal di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Pesawat yang terbang dari Nabire menuju Mulia itu tersebut menyeruduk gudang setelah ditembak kelompok bersenjata.
Akibat peristiwa tersebut, penumpang lima orang terluka dan satu meninggal dunia karena luka tembak di leher.