Tahanan Lapas Benteng Sigli Diimbau Serahkan Diri
Dijelaskan Taufik, tahanan saat gempa memang sengaja dikeluarkan, untuk menghindari terjadinya tsunami yang tentu berisiko bagi para tahanan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengimbau para tahanan Lapas Benteng Sigli, Kabupaten Pidie, Banda Aceh menyerahkan diri, pascagempa 8,9 SR, Rabu (11/4/2012).
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Mohammad Taufik, dari 62 tahan yang dikeluarkan saat gempa, masih ada 34 tahanan yang belum kembali.
"Kami imbau untuk kembali, karena kami sudah tahu di mana alamatnya," kata Taufik di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2012).
Dijelaskan Taufik, tahanan saat gempa memang sengaja dikeluarkan, untuk menghindari terjadinya tsunami yang tentu berisiko bagi para tahanan.
"Kondisi saat itu memaksa petugas mengeluarkan mereka, dalam konteks keamanan dan keselamatan, bila terjadi tsunami maka akibatnya bisa fatal dan bisa menimbulkan korban lebih banyak," ungkapnya.
Bila para tahanan tersebut belum kembali, maka pihak kepolisian akan melakukan upaya jemput paksa.
"Saat ini kami masih menunggu supaya mereka menyerahkan diri secara kesadaran sendiri, kami imbau kepada keluarganya bisa membantu," papar Taufik.
Menjadi kewenangan aparat Polda Aceh untuk bisa mengembalikan tahanan. (*)